Kematian Haman

“Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.” (Ester 7:10)



Pembahasan: Ester 7:1-10 | Ayat Bacaan: Ester 7-8

Haman adalah orang Agag, keturunan Agag, raja orang Amalek. Dia dipenuhi kebencian rasial terhadap orang Yahudi karena sudah sejak lama orang Yahudi menjadi musuh orang Amalek. Selain itu, Haman juga orang yang sombong, tipe orang yang mengukur harga dirinya berdasarkan kekuasaan dan pengaruh atas orang lain. Tak heran, ia sangat ingin dihargai dan dihormati orang lain. Ketika Mordekhai menolak memberi penghormatan kepadanya, egonya tersakiti dan hatinya menjadi panas. Sejak saat itu, ia mencari kesempatan memusnahkan semua orang Yahudi.

Ia merasa terlalu hina untuk membunuh Mordekhai saja (3:1-6). Meski demikian, Allah melindungi umat-Nya dan telah mempersiapkan kejatuhan Haman jauh sebelum ia memperoleh kekuasaan di bawah Raja Ahasyweros. Allah bekerja melalui Ester, seorang Yahudi yang menjadi ratu, dan Mordekhai yang membongkar rencana pembunuhan terhadap Raja Ahasyweros. Rencana Haman untuk membunuh semua orang Yahudi bukan saja digagalkan oleh Allah, tetapi justru berbalik mendatangkan kehancuran bagi dirinya sendiri. Haman akhirnya mati disula di tiang yang semula didirikannya bagi Mordekhai. Kejahatan yang dirancangnya, justru berbalik menimpa dirinya sendiri. Itulah gambaran nyata dari keadilan dan penghakiman Allah.

Dari kisah Haman ini, kita memahami bahwa Haman mendapatkan apa yang pantas ia tanggung akibat perbuatannya. Keadaan berbalik menghantam dirinya sendiri dan rencana jahatnya dipatahkan. Orang yang merancang dan berkecimpung dalam kejahatan tidak akan luput dari hukuman Allah. Seperti yang tertulis: “Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri” (Ams. 5:22).

Kisah ini menuntun kita untuk bertanya lebih jauh: “Seberapa banyak sifat Haman tersembunyi dalam diri kita?” Mari periksa diri; hati-hati terhadap hasrat akan kekuasaan dan kehormatan yang bisa menjerumuskan kita ke dalam ketidakpuasan, kesombongan dan kebencian kepada sesama. Ingat, Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Mzm. 62:13).

STUDI PRIBADI: Apa yang membuat Haman begitu ingin dihargai dan dihormati? Apa yang perlu kita lakukan supaya tidak terjerat oleh keinginan akan kuasa dan kehormatan?

Pokok Doa: Mari kita berdoa bagi para pemimpin bangsa dan masyarakat, dan juga para pemimpin gereja, supaya tidak terjebak pada keinginan akan kuasa, hormat dan pujian yang sia-sia.

×

Ester 3:1-6

1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

2 Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud.

3 Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: "Mengapa engkau melanggar perintah raja?"

4 Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi.

5 Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman,

6 tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

×

Amsal 5:22

22 Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.

×

Mazmur 62:13

12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

×

Ester 1:5

5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan.

×

Ester 1:9

9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

×

Ester 1:10-11

10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,

11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *