Mordekhai Dihormati

“Haman pun mengambil pakaian dan kuda. Ia mengenakan pakaian itu pada Mordekhai, lalu mengarak Mordekhai melalui lapangan kota sambil berseru-seru di depannya, beginilah dilakukan kepada orang yang diberi kehormatan oleh raja!” (Ester 6:11)



Pembahasan: Ester 6:1-14 | Ayat Bacaan: Ester 6

Seorang karyawan kecil menyelamatkan perusahaan tempatnya bekerja dari kebangkrutan melalui laporannya yang jujur. Sayangnya, jasanya terlupakan selama bertahun-tahun. Hingga suatu hari, sang direktur membaca arsip lama dan menemukan catatan tentang perbuatan mulia karyawan tersebut. Tanpa menunda, direktur segera memanggilnya dan memberikan penghargaan yang layak di hadapan seluruh karyawan.

Malam insomnia Raja Ahasyweros menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Saat Raja meminta dibacakan catatan sejarah kerajaan, nama Mordekhai muncul sebagai penyelamat yang pernah menggagalkan rencana pembunuhan raja. Yang mengejutkan, Mordekhai belum pernah menerima penghargaan atas jasanya yang besar itu. Sebuah ironi terjadi: justru Haman—musuh bebuyutan Mordekhai—yang harus menghormatinya di depan umum.

Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang sering kali tidak terduga. Waktu-Nya selalu tepat, meskipun dari sudut pandang manusia sering terasa lambat. Mungkin Mordekhai sendiri telah melupakan jasanya, namun Tuhan tidak pernah lupa. Allah mencatat setiap kebaikan, kesetiaan, dan pengorbanan yang kita lakukan—bahkan ketika tidak ada satu pun yang melihat atau menghargainya.

Yang menarik adalah bagaimana Tuhan membalikkan keadaan dengan cara yang dramatis. Haman, yang datang untuk meminta izin menggantung Mordekhai, justru harus menghormati orang yang ingin ia bunuh. Pakaian kerajaan yang ia bayangkan untuk dirinya sendiri, harus ia kenakan pada Mordekhai. Kuda raja yang ia dambakan untuk ditunggangi, harus ia tuntun dengan Mordekhai di atasnya. Inilah pembalikan yang dilakukan oleh Tuhan.

Kita sering merasa kebaikan kita tidak dihargai, bahkan dilupakan orang. Kisah Mordekhai mengajarkan kita untuk setia melakukan yang benar tanpa mengharapkan pengakuan seketika. Tuhan melihat setiap tindakan kita dan pada waktu-Nya yang tepat, Ia akan memberikan penghargaan yang layak. Kita tidak perlu khawatir tentang mereka yang meremehkan atau memusuhi kita: Tuhan sendirilah yang akan membalikkan keadaan dan membela kita.

STUDI PRIBADI: Pernahkah Anda merasa kebaikan atau kesetiaan Anda tidak dihargai? Bagaimana kisah Mordekhai memberi perspektif baru tentang hal ini?

Pokok Doa: Berdoalah agar umat Allah tetap setia melakukan kebaikan, tanpa mengharapkan pujian dari manusia.

×

Ester 1:4

4 Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.

×

Ester 1:6-8

6 Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam.

7 Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.

8 Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.

×

Ester 1:3

3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

×

Ester 1:5

5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan.

×

Ester 1:9

9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

×

Ester 1:10-11

10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,

11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *