Yesus Di Bait Allah

Bacaan hari ini: Lukas 2:21-52 | Bacaan setahun: Hagai


“Jawab-Nya kepada mereka: Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Lukas 2:49)

Injil Lukas 2:21-52, menulis mengenai kisah Tuhan Yesus saat berada di Bait Allah. Pada bagian pertama, Lukas 2:21-40 mencatat kisah Tuhan Yesus berada di dalam Bait Allah sewaktu Ia masih bayi. Dalam bagian ini, dicatat pertemuan antara Simeon dan Hana dengan bayi Tuhan Yesus. Selanjutnya, Lukas 2:41-52 mengisahkan Tuhan Yesus berada di dalam Bait Allah saat Ia berumur dua belas tahun.

Melalui bacaan firman Tuhan hari ini, ada dua hal penting yang dapat kita pelajari bersama. Pertama adalah, kedatangan Kristus ke dalam dunia merupakan penggenapan janji Allah terhadap bangsa Israel mengenai seorang Pembebas. Hal tersebut sangat jelas bila kita membaca Lukas 2:28-38. Ayat-ayat tersebut menyatakan harapan dari Simeon dan Hana akan seorang Pribadi yang akan melepaskan umat Israel dari berbagai macam penderitaan. Kedua adalah, sewaktu membaca Lukas 2:49, maka kita dapat memahami adanya kesatuan mengenai ke-Tritunggal-an Allah. Ada suatu relasi yang erat dan yang tidak dapat dipisahkan antara Allah Bapa dan Allah Anak. Kristus dan Allah Bapa adalah satu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa orang Kristen yang tidak mempercayai ke-Tritunggal-an Allah. Namun, melalui pembacaan Injil Lukas 2:49 ini sangat jelas dan tersirat adanya relasi antara Allah Bapa dan Allah Anak yaitu, Yesus Kristus. Jadi, ada dua hal penting yang dapat kita pelajari hari ini. Pertama, kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia ini adalah untuk membebaskan setiap orang pilihan-Nya dari kuasa dosa. Kita sepatutnya bersyukur, oleh karena karya pemilihan dan penebusan Yesus Kristus, orang percaya menerima keselamatan kekal dan dimerdekakan dari perhambaan dosa. Kedua, kita semakin jelas memahami adanya relasi yang kuat dan erat antara Allah Bapa dan Allah Anak. Sehingga melalui hal tersebut, setiap kita dapat memahami secara langsung akan ke-Tritunggal-an Allah. Jadi, sewaktu kita memahami kebenaran ini, kiranya nama Tuhan tetap dipermuliakan dan hidup kita dapat menjadi berkat bagi sesama.

STUDI PRIBADI: Apakah kita sudah sungguh-sungguh bersyukur akan karya penebusan Kristus? Apakah pada saat ini kita sudah mempercayai akan ke-Tritunggalan Allah?

Pokok Doa: Mengucap syukurlah kepada Tuhan atas pemilihan-Nya dalam kehidupan kita dan berdoalah agar kita tetap berada di dalam pengajaran yang sehat dan sesuai dengan Firman Allah. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *