Hikmat Jauh Lebih Berharga

“Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.” (Amsal 8:10-11)



Pembahasan: Amsal 8:1-36 | Ayat Bacaan: Amsal 8-9

Apa yang kita anggap paling berharga dalam hidup? Mungkin adalah jabatan, harta, kekuasaan, pasangan, keluarga, atau kesehatan. Apapun yang kita anggap berharga, pasti akan kita kejar dan kita jaga dengan segenap kemampuan. Namun, pernahkah kita memandang hikmat sebagai sesuatu yang paling berharga?

Salomo menggambarkan hikmat sebagai sesuatu yang jauh lebih berharga dibandingkan perak, emas, bahkan permata. Ia menggambarkan hikmat seperti seorang yang berseru-seru kepada orang yang tidak pengalaman dan kepada orang bebal. Hikmat jauh melampaui kecerdasan, pengetahuan, maupun etika moral. Di dalam hikmat terdapat pengertian yang mendalam dalam mengambil keputusan.

Dalam menjalani kehidupan, kita tentu diperhadapkan pada berbagai pilihan. Segala pengetahuan, kecerdasan, dan etika moral tidak cukup untuk menentukan keputusan dengan baik. Kita memerlukan hikmat untuk mempertimbangkan antara kondisi ideal dan kondisi nyata yang terjadi di hadapan kita, sehingga kita dapat mengambil keputusan dengan tepat dan bijak. Dalam hikmat terdapat kecerdasan, pengetahuan, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk mempertimbangkan apa yang baik dan benar (ay. 12, 14). Karena itulah Salomo menegaskan: hikmat jauh lebih berharga dari permata, sebab manusia butuh hikmat Tuhan melebihi segala materi dan standar moral yang ada. Bahkan Salomo, dalam segala kemegahannya, meminta hal yang terpenting, yaitu hikmat (1 Raj. 3:9). Hikmat diperoleh dalam rasa takut akan Tuhan (Ams. 1:7). Rasa takut akan Tuhanlah yang mendorong kita mempertimbangkan segala sesuatu dengan bijak sesuai kehendak-Nya, dan di sanalah terdapat hikmat Tuhan.

Di tengah banyaknya pilihan hidup yang menuntut keputusan, apa yang menjadi kunci kita dalam menimbang? Apakah kepentingan pribadi? Keinginan hati? Maka, sudahkah kita sungguh memandang hikmat Tuhan sebagai hal yang paling berharga dalam hidup, dan sudahkah kita meminta hikmat-Nya dalam setiap keputusan, baik besar maupun kecil?

STUDI PRIBADI: Menurut Anda, apa itu hikmat? Mengapa hikmat jauh lebih berharga dari perak, emas dan permata? Bagaimana kita dapat memiliki hikmat dalam kehidupan kita?

Pokok Doa: Berdoalah agar Roh Kudus terus menolong kita memiliki rasa takut akan Tuhan di dalam hidup. Agar Allah mengarunikan hikmat bagi kita dalam menghadapi beragam pilihan dan keputusan yang harus diambil.

×

Amsal 8:12, 14

12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.

×

1 Raja-raja 3:9

9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

×

Amsal 1:7

7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

×

Amsal 3:7-8

7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;

8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

×

Amsal 3:21-25

21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,

22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.

24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.

×

Mazmur 147:11

11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

×

Mazmur 144:15

15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *