Hidup Yang Seimbang Di Mata Tuhan

“Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.” (Amsal 11:1)



Pembahasan: Amsal 11:1-31 Ayat Bacaan: Amsal 10-11

Alkisah, seorang pedagang di zaman kuno menggunakan dua batu timbangan: satu sedikit lebih ringan dan satu sedikit lebih berat. Saat menjual, ia memakai batu yang lebih berat agar tampak memberi lebih banyak. Namun, saat membeli, ia memakai batu yang lebih ringan supaya mendapat keuntungan lebih besar. Suatu hari, ia mendengar kabar, hujan badai besar melanda daerah luar kota–banjir menghancurkan pasar dan rumah-rumah. Batu timbangannya pun ikut hanyut. Saat itulah ia sadar bahwa: keuntungan yang dikumpulkan dari kecurangan tidak mampu menyelamatkan apa pun. Kadang, kita juga menggunakan “timbangan curang” dalam hidup–bukan di pasar, tetapi dalam cara kita menilai orang lain, menilai diri sendiri, atau “menimbang” tuntutan kebenaran. Kita sering menggunakan standar ganda demi keuntungan atau kenyamanan pribadi.

Kitab Amsal menyebut “timbangan curang” (Ibrani: mozne mirmah) sebagai alat ukur yang penuh tipu daya. Ketidakjujuran bahkan disebut sebagai kekejian (to‘ebah), hal yang menjijikkan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakjujuran, sekecil apa pun, ialah penghinaan terhadap karakter Allah yang adil dan benar. Amsal 11:3 menegaskan: “Ketulusan orang jujur menuntun mereka, tetapi kecurangan orang pengkhianat membinasakan mereka.” Ketulusan (Ibrani: tummah) berarti integritas yang utuh, tidak terpecah. Mereka yang jujur tidak perlu berpura-pura, sebab perbuatannya selaras dengan kebenaran Tuhan. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, melainkan keutuhan hati. Ia berkenan kepada orang sederhana yang jujur daripada yang tampak sukses yang curang.

Periksalah “timbangan” hidup Anda. Sudahkah kita sudah jujur dalam hal kecil, dalam keuangan, janji, pelayanan, atau menilai orang lain? Tuhan lebih memperhatikan integritas daripada pencitraan manusia. Amsal 11:3 menegaskan “ketulusan menuntun”; orang yang jujur dilindungi kebenaran itu sendiri. Bangunlah integritas di hadapan Allah, bukan manusia. Hidup jujur mungkin tidak membuat kita cepat kaya, tetapi pasti membawa ketenangan, kedamaian, dan membuat kita berkenan di hadapan Allah.

STUDI PRIBADI: Dari Amsal 11 ini, adakah “timbangan hidup” kita yang masih serong dan kita kompromikan? Apa yang Tuhan katakan mengenai orang fasik dalam bagian ini?

Pokok Doa: Berdoa agar kita punya hati yang lurus dan berkenan di hadapan Tuhan. Jika masih ada “timbangan-timbangan” yang serong, kiranya Tuhan memampukan kita untuk bertobat dan kembali kepada jalan-Nya.

×

Amsal 11:3

3 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.

×

Amsal 11

1 Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.

2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

3 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.

4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

5 Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.

6 Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.

7 Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya, dan harapan orang jahat menjadi sia-sia.

8 Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.

9 Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.

10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota, dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai.

11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.

13 Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.

14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.

15 Sangat malanglah orang yang menanggung orang lain, tetapi siapa membenci pertanggungan, amanlah ia.

16 Perempuan yang baik hati beroleh hormat; sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan.

17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

18 Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.

19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

20 Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.

21 Sungguh, orang jahat tidak akan luput dari hukuman, tetapi keturunan orang benar akan diselamatkan.

22 Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

23 Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata, harapan orang fasik mendatangkan murka.

24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

26 Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.

27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.

29 Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.

30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.

31 Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!

×

Amsal 1:7

7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

×

Amsal 3:7-8

7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;

8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

×

Amsal 3:21-25

21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,

22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.

24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.

×

Mazmur 147:11

11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

×

Mazmur 144:15

15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *