Sewaktu kecil, saya sempat bergurau dengan para sahabat saya. Seandainya kami bisa memiliki kekuatan super, kira-kira kekuatan apakah yang kami ingin dapatkan? Saya ingat ada beberapa kekuatan super yang menarik buat saya. Tentu saja, pertama-tama, saya ingin punya tubuh baja dan kekuatan besar seperti Superman. Selain itu, punya kekuatan mengendalikan sesuatu dari jarak jauh rasanya juga cukup mengesankan, apalagi dalam konteks gaya berkendara di Indonesia hari ini. Yang tak kalah penting, saya juga ingin memiliki kekuatan membaca pikiran. Dengan kekuatan ini, saya bisa menebak banyak hal dari orang lain, mulai dari apa yang mereka pikirkan tentang saya sampai dengan apa yang akan mereka lakukan kepada saya. Sedemikian tertariknya saya dengan kekuatan ini, saya jadi terkesan setiap kali membaca Kitab-Kitab Injil dan menemukan kalimat demikian: “tetapi Yesus mengetahui hati/pikiran mereka…” (Mat. 9:4; 22:18; Mrk. 2:8; Luk. 5:22).
Sayangnya, saya dan Anda hidup dalam realita. Selain pada Tuhan sendiri, rasanya kekuatan-kekuatan tadi hanya bisa kita temukan dalam tokoh-tokoh fiksi favorit kita. Meski demikian, ada perasaan berbeda setiap kali saya membaca nomor-nomor dalam Kitab Mazmur. Saya seolah bisa “membaca” pikiran seseorang. Memang pengalaman ini tidak persis sama seperti kekuatan super yang saya bayangkan. Pengalaman ini lebih mirip seperti membaca buku harian yang jujur dari seseorang. Walau begitu, bisa menyelami keadaan batin seseorang merupakan pengalaman yang luar biasa. Hampir seabad lalu, seorang penulis, Julius Brewer, juga mengutarakan pendapat yang sama. Ia berpendapat bahwa di dalam Kitab Mazmur, kita memiliki sebuah pewahyuan yang luar biasa mengenai kehidupan batin orang-orang kudus Perjanjian Lama; kita seolah bisa membaca pikiran mereka! Di sana, kita akan menemukan bahwa sama seperti kita, mereka juga tertekan, sedih, kecewa, panik, bahkan marah pada Tuhan. Meski demikian, mereka juga memuji Tuhan dan tetap belajar percaya dalam keadaan yang pahit sekalipun.
Terakhir kali kita membahas Kitab Mazmur adalah di tahun 2022. Itu artinya tiga tahun sudah kita lalui. Kami berdoa perjalanan kita membaca Kitab Mazmur kali ini menjadi perjalanan yang sama berbuahnya seperti pengalaman tiga tahun lalu. Kiranya kita semakin semangat mengikuti jejak langkah yang baik, yang telah ditinggalkan oleh para teladan iman ini. Tuhan memberkati!
Matius 9:4
4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Matius 22:18
18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Markus 2:8
8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
Lukas 5:22
22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
Mazmur 12:6
5 (12-6) Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.
Mazmur 12:7-8
6 (12-7) Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
7 (12-8) Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.
Wahyu 19:15-16
15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
Matius 2:16
16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
Yohanes 3:16
16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 10:10b
10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Yohanes 10 : 10b
10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.