Sengsara Yang Menimpa

“Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.” (Ayub 30:26)



Pembahasan: Ayub 30:1-31 | Ayat Bacaan: Ayub 30

Pada awal tahun 2023, dunia menyaksikan penderitaan besar akibat gempa dahsyat di Turki dan Suriah. Total korban tewas mencapai 3.823 orang. Hampir 14.500 orang terluka dan 4.900 bangunan rata dengan tanah akibat gempa (Detiknews, 07/02/2023), sehingga banyak yang harus tinggal di tenda pengungsian. Ada keluarga-keluarga yang sebelumnya hidup mapan, tiba-tiba jatuh miskin, kehilangan orang-orang yang dikasihi, bahkan kehilangan martabat dan arah hidup. Bencana ini menunjukkan betapa rapuhnya kehidupan manusia—dalam sekejap, kemapanan bisa berubah menjadi kesengsaraan.

Kondisi serupa diungkapkan oleh Ayub dalam pasal 30. Setelah sebelumnya hidup terhormat, kini ia sakit parah, ditinggalkan, dan dihina oleh orang yang lebih muda – bahkan lebih miskin daripadanya (ay. 1). Ia menggambarkan hidupnya sebagai ratapan yang tanpa akhir. Kata Ibrani untuk “sengsara” adalah ִניﬠָ (‘ani), yang bukan hanya berarti miskin, tetapi juga “ditindas” dan “direndahkan.” Ayub merasakan penderitaan total: fisik, sosial, emosional, bahkan spiritual. Dalam ayat 26, ia menanti kebaikan dengan penuh kesabaran, tetapi yang datang justru kegelapan penderitaan yang pekat. Konflik iman ini menyoroti paradoks hidup: beriman mengharapkan terang, tetapi realita justru menghadirkan malam gelap. Meskipun demikian, kitab Ayub secara keseluruhan menegaskan bahwa penderitaan tidak pernah lepas dari kedaulatan Tuhan, dan pada akhirnya menjadi sarana pemulihan untuk menyatakan kuasa-Nya.

Renungan ini mengingatkan, hidup kita pun bisa berubah drastis–dari nyaman menjadi sengsara dalam sekejap. Kita boleh meratap, bahkan mempertanyakan Tuhan, seperti yang dilakukan Ayub. Namun, kegelapan bukan akhir cerita. Allah sanggup memakai penderitaan untuk membentuk iman, memperbarui pengharapan, dan menghadirkan pemulihan pada waktu dan dalam kemurahan-Nya. Tantangan sesungguhnya adalah: beranikah kita tetap berpaut kepada Tuhan, percaya kepada kebaikan- Nya, meskipun hidup tidak berjalan seperti yang kita harapkan?

STUDI PRIBADI: Bagaimana kita menanggapi realitas hidup yang tidak sesuai dengan pengharapan iman kita? Siapa sandaran kita ketika hidup tidak seperti yang diharapkan?

Pokok Doa: Berdoa agar orang yang mengalami penderitaan tetap dikuatkan oleh pengharapan dalam Tuhan; mereka percaya, di balik sengsara hidupnya, Allah tetap berdaulat, sanggup memulihkan pada waktu dan kehendak-Nya.

×

Ayub 30:1-31

Sengsara yang dialami

1 "Tetapi sekarang aku ditertawakan mereka, yang umurnya lebih muda dari padaku, yang ayah-ayahnya kupandang terlalu hina untuk ditempatkan bersama-sama dengan anjing penjaga kambing dombaku.

2 Lagipula, apakah gunanya bagiku kekuatan tangan mereka? Mereka sudah kehabisan tenaga,

3 mereka merana karena kekurangan dan kelaparan, mengerumit tanah yang kering, belukar di gurun dan padang belantara;

4 mereka memetik gelang laut dari antara semak-semak, dan akar pohon arar menjadi makanan mereka.

5 Mereka diusir dari pergaulan hidup, dan orang berteriak-teriak terhadap mereka seperti terhadap pencuri.

6 Di lembah-lembah yang mengerikan mereka harus diam, di dalam celah-celah tanah dan sela-sela gunung;

7 di antara semak-semak mereka meraung-raung, mereka berkelompok di bawah jeruju;

8 mereka itulah orang-orang bebal yang tak dikenal, yang didepak dari negeri.

9 Tetapi sekarang aku menjadi sajak sindiran dan ejekan mereka.

10 Mereka mengejikan aku, menjauhkan diri dari padaku, mereka tidak menahan diri meludahi mukaku,

11 karena tali kemahku telah dilepaskan Allah dan aku direndahkan-Nya, dan mereka tidak mengekang diri terhadap aku.

12 Di sebelah kananku muncul gerombolan, dikaitnya kakiku, dan dirintisnya jalan kebinasaan terhadap aku;

13 mereka membongkar jalanku dan mengusahakan kejatuhanku; tidak ada yang menghalang-halangi mereka.

14 Seperti melalui tembok yang terbelah lebar mereka menyerbu, mereka datang bergelombang di tengah-tengah keruntuhan.

15 Kedahsyatan ditimpakan kepadaku; kemuliaanku diterbangkan seperti oleh angin, dan bahagiaku melayang hilang seperti awan.

16 Oleh sebab itu jiwaku hancur dalam diriku; hari-hari kesengsaraan mencekam aku.

17 Pada waktu malam tulang-tulangku seperti digerogoti, dan rasa nyeri yang menusuk tak kunjung berhenti.

18 Oleh kekerasan yang tak terlawan koyaklah pakaianku dan menggelambir sekelilingku seperti kemeja.

19 Ia telah menghempaskan aku ke dalam lumpur, dan aku sudah menyerupai debu dan abu.

20 Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku.

21 Engkau menjadi kejam terhadap aku, Engkau memusuhi aku dengan kekuatan tangan-Mu.

22 Engkau mengangkat aku ke atas angin, melayangkan aku dan menghancurkan aku di dalam angin ribut.

23 Ya, aku tahu: Engkau membawa aku kepada maut, ke tempat segala yang hidup dihimpunkan.

24 Sesungguhnya, masakan orang tidak akan mengulurkan tangannya kepada yang rebah, jikalau ia dalam kecelakaannya tidak ada penolongnya?

25 Bukankah aku menangis karena orang yang mengalami hari kesukaran? Bukankah susah hatiku karena orang miskin?

26 Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.

27 Batinku bergelora dan tak kunjung diam, hari-hari kesengsaraan telah melanda diriku.

28 Dengan sedih, dengan tidak terhibur, aku berkeliaran; aku berdiri di tengah-tengah jemaah sambil berteriak minta tolong.

29 Aku telah menjadi saudara bagi serigala, dan kawan bagi burung unta.

30 Kulitku menjadi hitam dan mengelupas dari tubuhku, tulang-tulangku mengering karena demam;

31 permainan kecapiku menjadi ratapan, dan tiupan serulingku menyerupai suara orang menangis."

×

Ayub 30:1

1 "Tetapi sekarang aku ditertawakan mereka, yang umurnya lebih muda dari padaku, yang ayah-ayahnya kupandang terlalu hina untuk ditempatkan bersama-sama dengan anjing penjaga kambing dombaku.

×

Ayub 30:26

26 Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.

×

Ayub 27:7-23

7 Biarlah musuhku mengalami seperti orang fasik, dan orang yang melawan aku seperti orang yang curang.

8 Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya?

9 Apakah Allah akan mendengar teriaknya, jika kesesakan menimpa dia?

10 Dapatkah ia bersenang-senang karena Yang Mahakuasa dan berseru kepada Allah setiap waktu?

11 Aku akan mengajari kamu tentang tangan Allah, apa yang dimaksudkan oleh Yang Mahakuasa tidak akan kusembunyikan.

12 Sesungguhnya, kamu sekalian telah melihatnya sendiri; mengapa kamu berpikir yang tidak-tidak?

13 Inilah bagian orang fasik yang ditentukan Allah, dan milik pusaka orang-orang lalim yang mereka terima dari Yang Mahakuasa:

14 kalau anak-anaknya bertambah banyak mereka menjadi makanan pedang, dan anak cucunya tidak mendapat cukup makan;

15 siapa yang luput dari padanya, akan turun ke kubur karena wabah, dengan tidak ditangisi oleh janda mereka.

16 Jikalau ia menimbun uang seperti debu banyaknya, dan menumpuk pakaian seperti tanah liat,

17 sekalipun ia yang menumpuknya, namun orang benar yang akan memakainya, dan orang yang tidak bersalah yang akan membagi-bagi uang itu.

18 Ia mendirikan rumahnya seperti sarang laba-laba, seperti gubuk yang dibuat penjaga.

19 Sebagai orang kaya ia membaringkan diri, tetapi tidak dapat ia mengulanginya: ketika ia membuka matanya, maka tidak ada lagi semuanya itu.

20 Kedahsyatan mengejar dia seperti air bah, pada malam hari ia diterbangkan badai;

21 angin timur mengangkatnya, lalu lenyaplah ia; ia dilemparkannya dari tempatnya.

22 Dengan tak kenal belas kasihan Allah melempari dia, dengan cepat ia harus melepaskan diri dari kuasa-Nya.

23 Oleh karena dia orang bertepuk tangan, dan bersuit-suit karena dia dari tempat kediamannya."

×

Ayub 27:8

8 Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya?

×

Ayub 24:23b-24

23b dan mengawasi jalan-jalannya.

24 Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

×

Ayub 24:23a

23a Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya

×

Ayub 24:23b-24

23b dan mengawasi jalan-jalannya.

24 Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *