Petaka Ayub

“Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: ‘Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.’ Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” (Ayub 1:5)



Pembahasan: Ayub 1:1-11 | Ayat Bacaan: Ayub 1

Tuhan bekerja melalui penderitaan kita untuk memurnikan iman dan karakter kita, serta menjadikannya kesaksian bagi sesama. Banyak orang berpikir, penderitaan adalah hukuman. Namun, kisah Ayub ini sebaliknya. Ayub adalah sosok yang saleh, jujur, takut akan Allah, menjauhi kejahatan, keluarga yang diberkati, kekayaan berlimpah, dan reputasi baik. Namun, sekejap semuanya lenyap-bukan karena dosa atau kesalahannya, tetapi ujian atas iman dan karakternya. Setan menuduh bahwa kesetiaan Ayub hanya karena berkat yang ia terima dari Allah. Ia berkata, Ayub akan mengutuki Allah jika semua miliknya diambil. Kita mungkin berpikir, hidup bersama Tuhan akan aman, nyaman, tanpa penderitaan. Tapi, kisah Ayub mengajarkan bahwa iman sejati tidak diukur dari banyaknya berkat, tetapi dari seberapa kita bertahan dalam ketaatan ketika semua berkat itu lenyap.

Corrie ten Boom, seorang wanita Kristen asal Belanda yang dipenjara rezim Nazi karena membantu orang Yahudi. Di kamp konsentrasi, ia kehilangan keluarganya dan mengalami penderitaan berat—lapar, kedinginan, dan penghinaan. Namun, dalam situasi itu, Corrie tetap percaya, Allah tidak meninggalkannya. Ia pernah berkata, “Tidak ada lubang yang begitu dalam, di mana kasih Allah tidak lebih dalam lagi.” Dalam penjara, Corrie dan Betsie, kakaknya, membaca Alkitab secara diam-diam dan menguatkan sesama tahanan. Hadirat Tuhan justru terasa lebih nyata ketika segalanya telah hilang. Setelah perang berakhir, Corrie memilih mengampuni para penjaga kamp—karena ia tahu, kasih Kristus lebih kuat daripada penderitaannya.

Ayub dan Corrie mengajarkan, penderitaan tidak memutus hubungan kita dengan Tuhan. Justru, di tengah penderitaan, kita bisa menemukan bahwa Allah tetap dekat—lebih dari yang kita bayangkan. Penderitaan bisa menjadi jalan untuk memurnikan iman. Tidak semua penderitaan berarti hukuman; bisa jadi itu adalah bentuk kepercayaan Tuhan bahwa kita bisa melewati bersama-Nya. Penderitaan Ayub menyatakan karakter sejati iman yang tidak bergantung berkat jasmani. Kisahnya menunjukkan, keadilan dan kebijaksanaan Tuhan tetap berdaulat, bahkan di tengah penderitaan.

STUDI PRIBADI: Bagaimana di tengah petaka Ayub dapat memuliakan Tuhan? Apakah yang mendorong kita mengikut Tuhan? Karena siapa Dia atau hanya karena apa yang Dia beri?

Pokok Doa: Berdoalah bagi setiap jemaat Tuhan yang sedang mengalami pergumulan iman sehingga dapat mengalami kemenangan iman.

×

Ester 3:1-6

1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

2 Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud.

3 Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: "Mengapa engkau melanggar perintah raja?"

4 Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi.

5 Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman,

6 tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

×

Amsal 5:22

22 Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.

×

Mazmur 62:13

12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

×

Ester 1:5

5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan.

×

Ester 1:9

9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

×

Ester 1:10-11

10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,

11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *