Kota Yang Kudus

“Jadi keliling kota itu adalah delapan belas ribu hasta. Dan nama kota itu sejak hari itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU.” (Yehezkiel 48:35)



Pembahasan: Yehezkiel 48:30-35 | Ayat Bacaan: Yehezkiel 48

Kitab Yehezkiel ditutup dengan penglihatan tentang kota yang dipulihkan, di mana setiap pintu gerbang dinamai menurut suku-suku Israel. Secara teologis, hal ini menegaskan doktrin kedaulatan Allah dalam mengumpulkan kembali umat-Nya yang tercerai-berai. Bagi kaum evangelical, struktur kota yang teratur ini melambangkan bahwa Allah adalah Allah ketertiban, bukan kekacauan. Ia menyediakan akses bagi seluruh umat-Nya untuk masuk ke dalam persekutuan dengan-Nya. Pintu-pintu gerbang yang terbuka di segala penjuru mata angin—Utara, Selatan, Timur, dan Barat—memberikan gambaran eskatologis tentang jangkauan keselamatan Tuhan yang bersifat universal, yang digenapi dalam Amanat Agung Kristus untuk memanggil setiap bangsa menjadi murid-Nya.

Inti dari seluruh nubuat ini bukan terletak pada kemegahan fisik arsitekturnya, melainkan pada nama baru yang diberikan kepada kota itu: Yahweh Shammah (TUHAN hadir di situ). Doktrin kehadiran Allah menjadi fondasi iman kita, di mana Allah tidak lagi jauh atau terpisah oleh tirai bait suci, melainkan hadir di tengah-tengah umat-Nya. Dalam kacamata Injili, kehadiran ini mencapai puncak pemenuhannya dalam inkarnasi Yesus Kristus, Sang Immanuel, dan kini dinyatakan melalui Roh Kudus yang mendiami hati orang percaya. Kota ini menjadi bukti bahwa tujuan akhir penebusan adalah pemulihan relasi yang intim antara Sang Pencipta dan ciptaan-Nya. Allah tidak hanya ingin menyelamatkan kita dari dosa, tapi juga berkenan tinggal bersama kita dan menjadi pusat dari seluruh aspek kehidupan kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, realitas Yahweh Shammah memberikan penghiburan sekaligus tanggung jawab bagi kita. Jika Allah hadir di tengah kita, maka setiap langkah dan pergumulan berada di bawah pengawasan dan pemeliharaan-Nya yang penuh kasih. Hal ini menuntut kita hidup dalam kekudusan, karena tempat di mana Allah hadir haruslah kudus. Penutup kitab Yehezkiel ini mengingatkan bahwa sejarah manusia tidak berakhir dalam kehancuran, melainkan dalam kemuliaan persekutuan yang kekal. Kita dipanggil untuk hidup dengan pengharapan yang teguh, memandang kepada Yerusalem baru, di mana air mata akan dihapuskan dan kita akan memuji Tuhan yang setia, yang selamanya hadir di tengah-tengah kita.

STUDI PRIBADI: Apakah Anda hidup dalam pengharapan? Setelah merenungkan bagian ini, apakah Anda benar-benar punya pengharapan yang menjadi kekuatan hidup Anda?

Pokok Doa: Doakan bagi anak-anak muda yang mencari panggilan hidup dan meniti karier mereka. Kiranya Tuhan menguatkan dan memimpin hidup mereka.

×

Yehezkiel 47:13-20

Batas-batas tanah Israel

13 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Inilah batas-batas tanah yang kamu harus bagi-bagi menjadi milik pusakamu di antara kedua belas suku Israel. Yusuf mendapat dua bagian.

14 Tanah itu harus kamu bagi rata, yaitu tanah yang dengan sumpah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu dan dengan demikian tanah ini menjadi milik pusakamu.

15 Inilah perbatasan tanah itu: di sebelah utara: dari laut besar terus ke Hetlon sampai jalan masuk ke Hamat dan terus ke Zedad,

16 Berota, Sibraim, yang terletak di antara daerah kota Damsyik dan daerah kota Hamat, terus ke Hazar-Enon yang di daerah kota Hauran.

17 Demikianlah perbatasannya itu mulai dari laut sampai di Hazar-Enon, sehingga daerah kota Damsyik dan juga daerah kota Hamat terletak di sebelah utaranya. Itulah sebelah utara.

18 Di sebelah timur: mulai dari Hazar-Enon yang terletak di antara Hauran dan Damsyik, sungai Yordan menjadi perbatasan di antara Gilead dan tanah Israel, terus ke Laut Timur sampai ke Tamar. Itulah sebelah timur.

19 Di sebelah selatan: perbatasan mulai dari Tamar sampai mata air Meriba dekat Kadesh, terus ke sungai Mesir, terus ke laut besar. Itulah di sebelah selatan perbatasan dengan Tanah Negeb.

20 Di sebelah barat laut besar merupakan perbatasan sampai tempat jalan masuk ke Hamat. Itulah sebelah barat."

×

Yehezkiel 45:7-8

7 Mengenai bagian raja itu haruslah terdapat di sebelah barat dan di sebelah timur dari persembahan khusus yang kudus dan milik kota itu dan harus berbatasan dengan kedua bagian itu. Yang di sebelah barat harus sampai ke perbatasan barat dan yang di sebelah timur harus sampai ke perbatasan timur. Jadi panjangnya harus sama dengan panjang dari bagian suatu suku Israel, yaitu dari perbatasan barat sampai perbatasan timur negeri itu.

8 Itulah yang menjadi miliknya di tanah Israel. Dan raja-raja Israel tidak lagi akan menindas umat-Ku; mereka akan menyerahkan negeri itu kepada kaum Israel menurut suku-suku mereka."

×

Yehezkiel 43:26

26 Tujuh hari lamanya mereka harus mengadakan pendamaian bagi mezbah itu serta mentahirkannya, dan dengan demikian mentahbiskan mezbah itu.

×

Yehezkiel 43:27

27 Sesudah hari-hari itu berakhir, maka pada hari kedelapan dan seterusnya imam-imam akan mengolah korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu di atas mezbah itu dan Aku akan berkenan kepada kamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

×

Lukas 23:45

45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.

×

Ibrani 4:14-16

Yesus sebagai Imam Besar

14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

×

Yohanes 4:23-24

23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

×

Yesaya 37:22-29

22 inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

23 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

24 Dengan perantaraan hamba-hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.

25 Aku ini telah menggali air dan telah minum air; aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir!

26 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

27 sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

28 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk, jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.

29 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.

×

Yesaya 37:30-32

30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

×

Mazmur 37:33

33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

×

Yesaya 37:35

35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

×

Yesaya 37:36

36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *