Karya Yang Tak Terselami

“Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.” (Pengkhotbah 8:12)



Pembahasan: Pengkhotbah 8:9-17 | Ayat Bacaan: Pengkhotbah 8-9

Pernahkah Anda merasa bingung dengan kondisi dunia ini? Pernahkah Anda bertanya mengapa orang jahat bisa berkuasa, mengapa orang benar justru menderita, mengapa keadilan seolah-olah tertunda, atau mengapa hidup tidak selalu sejalan dengan usaha kita? Melalui Pengkhotbah 8:9-17, Pengkhotbah dengan jujur mengakui bahwa banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita jelaskan. Namun demikian, kita tetap dapat percaya: Allah berdaulat dan bekerja, meski karya-Nya tidak selalu dapat kita pahami.

Ada dua isu yang diangkat Pengkhotbah dalam perikop ini. Pertama, ketidakadilan. Dalam pengamatannya, ia melihat bahwa ketidakadilan sering terjadi: para penguasa menyalahgunakan otoritas mereka (ay. 9). Orang fasik diperlakukan ramah, sedangkan orang benar justru tertindas (ay. 10). Orang benar menerima hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada orang fasik, sementara orang fasik memperoleh upah yang seharusnya menjadi bagian orang benar (ay. 14). Ketika hukum tumpul terhadap pelaku kejahatan, kejahatan pun semakin bertambah (ay. 11). Jika demikian kondisi yang ada, apa lagi yang dapat kita harapkan? Pengkhotbah mengajak kita untuk melihat realitas dunia dengan perspektif yang lebih luas. Masih ada kekekalan, di mana Allah berdaulat dan berkuasa atasnya. Pada akhirnya, orang fasik—meskipun hidup lama—akan mengalami kebinasaan, sedangkan orang benar yang takut akan Allah, sekalipun mengalami ketidakadilan, akan beroleh kebahagiaan dalam kekekalan (ay. 12-13).

Kedua, misteri kehidupan. Pengkhotbah berkata bahwa ia berusaha memperhatikan hikmat dan segala yang dilakukan manusia, siang malam tanpa lelah (ay. 16). Namun pada akhirnya, ia tetap tidak dapat menyelami pekerjaan Allah. Sekalipun manusia telah berusaha semaksimal mungkin, tetap ada hal-hal yang tidak dipahami. Bahkan orang sombong mengaku telah menyelaminya, pada kenyataannya tetap saja tidak dapat memahaminya (ay. 17). Artinya, sebagai manusia, kita sangat terbatas. Dalam hidup ini, akan selalu ada misteri Allah yang tidak bisa kita pahami. Pada akhirnya, yang paling kita butuhkan bukanlah jawaban atas setiap pertanyaan, melainkan iman untuk mempercayai Allah, yang berdaulat atas hidup kita.

STUDI PRIBADI: Mengapa iman untuk mempercayai Allah yang berdaulat lebih penting daripada mencari jawaban atas kebingungan hidup?

Pokok Doa: Berdoa bagi anak Tuhan yang mengalami ketidakadilan, agar tetap percaya dan menyerahkan hidup kepada Tuhan. Berdoa agar pemimpin Gereja dan negara, menjunjung tinggi keadilan dalam pelayanan mereka.

×

Pengkhotbah 8:9-17

Pekerjaan Allah tidak dapat diselami manusia

9 Semua ini telah kulihat dan aku memberi perhatian kepada segala perbuatan yang dilakukan di bawah matahari, ketika orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.

10 Aku melihat juga orang-orang fasik yang akan dikuburkan boleh masuk, sedangkan orang yang berlaku benar harus pergi dari tempat yang kudus dan dilupakan dalam kota. Inipun sia-sia.

11 Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.

12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

14 Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: "Inipun sia-sia!"

15 Oleh sebab itu aku memuji kesukaan, karena tak ada kebahagiaan lain bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan dan minum dan bersukaria. Itu yang menyertainya di dalam jerih payahnya seumur hidupnya yang diberikan Allah kepadanya di bawah matahari.

16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.

×

Pengkhotbah 8:9

9 Semua ini telah kulihat dan aku memberi perhatian kepada segala perbuatan yang dilakukan di bawah matahari, ketika orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.

×

Pengkhotbah 8:10

10 Aku melihat juga orang-orang fasik yang akan dikuburkan boleh masuk, sedangkan orang yang berlaku benar harus pergi dari tempat yang kudus dan dilupakan dalam kota. Inipun sia-sia.

×

Pengkhotbah 8:14

14 Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: "Inipun sia-sia!"

×

Pengkhotbah 8:11

11 Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.

×

Pengkhotbah 8:12-13

12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

×

Pengkhotbah 8:16

16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

×

Pengkhotbah 8:17

17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *