Tujuan Hidup Yang Berarti

“Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; – untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? – Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan.” (Pkh. 4:7-8)



Pembahasan: Pengkhotbah 4:7-16 | Ayat Bacaan: Pengkhotbah 4

Kitab Pengkhotbah ini berbicara tentang upaya menemukan makna hidup. Penulis melihat bahwa hidup ini sarat dengan kontradiksi dan misteri. Kerja keras adalah pemberian Allah, sehingga manusia harus menghormati dan menaati Allah. Penulis juga menghadapi realitas kehidupan dan melihat betapa sia-sianya hidup bagi manusia dengan pengertian yang terbatas. Walaupun ia tahu bahwa Allah memegang kendali atas apa yang terjadi dalam kehidupan dan mempunyai kuasa atas setiap orang, penulis tetap melihat banyak kontradiksi dan rahasia dalam hidup ini.

Penulis tidak dapat memahami jalan Allah yang penuh rahasia, tetapi ia tahu bahwa Allah mengatur masa depan. Oleh karena itu, penulis menyimpulkan sekali lagi bahwa hal terbaik yang dapat dilakukan adalah berhenti mencari dan hanya menikmati hidup sebagai anugerah dari Allah.

Di ayat 8, penulis menggambarkan orang yang menggunakan begitu banyak waktu untuk bekerja guna mengumpulkan kekayaan sehingga ia tidak memiliki waktu untuk sahabat atau keluarga. Ketika orang itu mati, ia bahkan tidak memiliki ahli waris. Bahkan di ayat 15, penulis menekankan bahwa keberhasilan pemimpin muda yang terkenal pun akan dilupakan. Orang yang mengejar arti dan nilai hidup pada popularitas akhirnya hanya mengejar sesuatu yang rapuh, fana, dan tidak abadi.

Marilah mencari tujuan hidup yang berarti, yaitu menjalani panggilan Tuhan dalam hidup kita. Oleh karena itu, takut akan Tuhan adalah hikmat yang terbesar, yang memungkinkan kita melakukan segala sesuatu dengan mencari perkenanan Tuhan. Seorang yang takut akan Tuhan akan mengandalkan penyertaan Tuhan dan hidup dengan cara yang dikehendaki Tuhan. Termasuk ketika dia bekerja, dia akan melakukannya untuk memberikan faedah bagi banyak orang, sekaligus hidup memuliakan Allah. Sebaliknya, bila kita bekerja berdasarkan kekuasaan, maka hal itu pasti menimbulkan petaka bagi banyak orang dan hanya mengejar sesuatu yang fana.

STUDI PRIBADI: Apa itu tujuan hidup yang berarti bagi manusia? Bagaimana menghidupi tujuan itu?

Pokok Doa: Berdoa agar setiap orang percaya memiliki hati yang takut akan Tuhan yang terwujud dalam kehidupannya setiap hari, termasuk ketika bekerja.

×

Pengkhotbah 4:8

8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan.

×

Pengkhotbah 4:15

15 Aku melihat semua orang yang hidup di bawah matahari berjalan bersama-sama dengan orang muda tadi, yang akan menjadi pengganti raja itu.

×

Amsal 31:11

11 Ada keturunan yang mengutuki ayahnya dan tidak memberkati ibunya.

×

Amsal 31:26

26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

×

Amsal 31:15, 21, 27

15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.

21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

×

Amsal 31:20

17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,

18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.

×

Amsal 24:19-20

19 Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik.

20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.

×

Amsal 24:30-34

30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.

31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.

32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.

33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"

34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *