Berpikir Sebelum Berbicara

“Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.” (Amsal 17:28)



Pembahasan: Amsal 17:1-28 | Ayat Bacaan: Amsal 17

Seorang mentor pernah mengisahkan pengalaman seorang sahabatnya di seminari. Orang ini bergumul dengan masalah kejiwaan yang disebut obsessive–compulsive disorder. Salah satu gejala kelainan ini adalah penderitanya dapat melakukan sesuatu secara berkali-kali. Dalam kasus sahabat mentor saya, bila tidak dihentikan, dia bisa bercermin dan mencuci tangan hingga puluhan kali. Ketika dikonseling, ditemukan bahwa penyebabnya adalah pengalaman masa lalunya. Sebelum masuk seminari, dia sering dimaki dan dihina oleh kakaknya. Tindakannya bercermin dan mencuci tangan berulang kali merupakan mekanisme bawah sadarnya untuk membuktikan bahwa dia tidak seperti yang kakaknya katakan.

Ilustrasi di atas menunjukkan betapa besarnya kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh perkataan kita. Rasul Yakobus juga mengingatkan kita betapa bahayanya lidah jika digunakan secara serampangan. Menariknya, jauh sebelum Rasul Yakobus, penulis Amsal juga menyadari pentingnya menggunakan lidah dengan baik. Ia bahkan mengaitkan lidah dengan hikmat. Baginya, salah satu ciri orang yang berhikmat ialah kemampuannya mengendalikan lidahnya (ay. 27). Meski terkadang ada situasi yang membangkitkan amarah, orang yang bijaksana mampu mengendalikan emosi dan lidahnya agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Karena itu, tak heran ia melanjutkan dengan: seandainya orang bodoh dapat menutup mulutnya dalam banyak situasi, tentu orang akan menganggapnya sebagai seorang yang bijaksana (ay. 28). Sayangnya, hal demikian jelas tidak mungkin terjadi. Orang bodoh hanya bisa mengatupkan mulutnya saat dia benar-benar berubah menjadi bijaksana.

Bagaimana seharusnya kita menggunakan lidah? Mulailah dengan menyadari bahwa tidak semua hal harus mendapatkan komentar dari kita. Kalaupun memang kita tergoda untuk berkomentar, cobalah memikirkan apakah komentar kita akan jauh lebih membangun daripada diamnya kita. Jika tidak yakin, berarti diam adalah pilihan terbaik yang perlu kita ambil.

STUDI PRIBADI: Bagaimana cara Anda menggunakan lidah Anda selama ini? Bagaimana cara Anda memperbaikinya?

Pokok Doa: Doakan agar orang-orang Kristen, khususnya para pemimpin gereja, bisa menggunakan lidahnya untuk menjadi berkat.

×

Amsal 17:27

27 Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.

×

Amsal 17:28

28 Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.

×

Mazmur 141:3

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

×

Amsal 12:11

11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

×

Amsal 3:21-25

21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,

22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.

24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.

×

Mazmur 147:11

11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

×

Mazmur 144:15

15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *