Malas: No Way!

“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.” (Amsal 6:6)



Pembahasan: Amsal 6:1-19 | Ayat Bacaan: Amsal 5-6

Saya tidak tahu bagaimana pandangan Anda terhadap kemalasan. Yang jelas, Alkitab tidak melihat kemalasan sebagai masalah sepele. Alkitab memandang kemalasan sebagai masalah serius; bahkan tepat jika dikatakan: Alkitab menilai kemalasan sebagai dosa. Mengapa? Nas yang kita baca hari ini, khususnya ayat 6-11 memberi tahu kita dua alasan utama mengapa kemalasan dipandang Alkitab secara negatif.

Pertama, kemalasan merupakan hal yang bertentangan dengan natur mendasar kita. Saat Allah menciptakan manusia dan ciptaan lainnya, Dia menghendaki mereka menjadi makhluk yang bekerja. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana: Allah adalah Allah yang bekerja. Karena itu, Dia ingin semua ciptaan-Nya memiliki karakter yang mencerminkan diri-Nya. Secara umum, semua ciptaan Allah adalah makhluk yang bekerja: tanaman berfotosintesis, binatang buas berburu, sementara hewan lainnya mencari serta memilih buah atau nektar terbaik.

Karena natur utama kita adalah sebagai agen yang bekerja, maka kemalasan jelas adalah penyimpangan dari sifat dasar kita; dan karena kemalasan adalah penyimpangan, penulis Amsal menasihati si pemalas agar belajar kepada semut. Tujuannya agar ia mengingat rancangan Allah atas ciptaan-Nya. Semut memiliki inisiatif bekerja meski tidak ada perintah. Semut bahkan tahu bagaimana mengantisipasi keadaan. Karena itu, sudah seharusnya manusia juga bersikap sama. Meski demikian, kita perlu ingat bahwa hal ini tidak berarti Tuhan memerintahkan kita menjadi mesin kerja. Sekali-kali tidak! Itu sebabnya Dia memberi kita Sabat untuk beristirahat.

Kedua, kemalasan membawa berbagai dampak negatif. Dalam konteks Amsal 6, penulis Amsal menekankan: kemiskinan ialah salah satu akibat dari kemalasan. Orang yang malas pada akhirnya akan mengalami kekurangan. Di luar konteks ini, kita tahu bahwa kemalasan menimbulkan berbagai akibat buruk lainnya: kelaparan, hilangnya kepercayaan orang lain, rusaknya relasi, hilangnya harga diri, dan sebagainya.

Pendeknya, malas tidak pernah boleh menjadi bagian kehidupan Kristen. Malas itu dosa!

STUDI PRIBADI: Bagaimana mengatasi kemalasan atau menolong orang mengatasinya?

Pokok Doa: Doakan agar anak-anak Tuhan giat mengerjakan tiap tanggung jawab yang Tuhan percayakan pada mereka.

×

Amsal 6:6-11

6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

10 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" --

11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

×

Amsal 6

Berbagai-bagai nasihat

1 Hai anakku, jikalau engkau menjadi penanggung sesamamu, dan membuat persetujuan dengan orang lain;

2 jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu,

3 buatlah begini, hai anakku, dan lepaskanlah dirimu, karena engkau telah jatuh ke dalam genggaman sesamamu: pergilah, berlututlah, dan desaklah sesamamu itu;

4 janganlah membiarkan matamu tidur, dan kelopak matamu mengantuk;

5 lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangkapan, seperti burung dari pada tangan pemikat.

6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

10 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" --

11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

12 Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong,

13 yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari,

14 yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran.

15 Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.

16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:

17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,

18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,

19 seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Nasihat tentang perzinahan

20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.

21 Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu.

22 Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya.

23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,

24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing.

25 Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya.

26 Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga.

27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?

28 Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?

29 Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman.

30 Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar?

31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.

32 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

33 Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan.

34 Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam;

35 ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.

×

Amsal 3:5-6

5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

×

Amsal 3:7-8

7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;

8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

×

Amsal 3:21-25

21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,

22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.

24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.

×

Mazmur 147:11

11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

×

Mazmur 144:15

15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *