Sion Pilihan Tuhan

“Sebab TUHAN telah memilih Sion, menghendakinya menjadi tempat persemayaman-Nya. ‘Inilah tempat perhentian-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku berdiam, sebab Aku menghendakinya.’” (Mazmur 132:13-14)



Pembahasan: Mazmur 132:1-18 | Ayat Bacaan: Mazmur 132-133

Setiap orang pasti merindukan punya tempat tinggal yang permanen dan nyaman. Beberapa orang bahkan tidak segan mengeluarkan uang dalam jumlah fantastis untuk membangun sebuah “istana” baginya.

Demikian juga dengan Daud. Setelah ia menjadi raja dan membangun istana yang indah, ia melihat bahwa Tabut Perjanjian—lambang kehadiran Tuhan—masih diletakkan di tenda dan berpindah-pindah. Maka Daud berusaha mencari tempat bagi Tuhan untuk berdiam di tengah umat-Nya. Daud berkata, “Aku tidak akan tidur sebelum aku menemukan tempat bagi Tuhan.” Daud sadar bahwa Tuhan layak dihormati dan dimuliakan. Namun, Tuhan menetapkan Salomo, anak Daud, yang akan membangunnya. Meski begitu, Tuhan memberikan janji yang luar biasa kepada Daud: keturunannya akan duduk di atas takhta untuk selamanya, asal mereka hidup menurut jalan Tuhan. Janji ini digenapi dalam diri Yesus Kristus, keturunan Daud, yang menjadi Raja atas segala raja dan memerintah untuk selama-lamanya. Lalu, Tuhan juga menyatakan bahwa Ia memilih Sion (Yerusalem) sebagai tempat kediaman-Nya, bukan karena keindahannya, tetapi karena kasih dan kehendak-Nya sendiri. Tuhan berkata, “Inilah tempat perhentian-Ku untuk selama-lamanya; di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.” Tuhan berjanji memberkati Sion dengan limpahan berkat, yakni memberi makanan kepada orang miskin, menyelubungi imam-imam-Nya dengan keselamatan, dan membuat umat-Nya bersukacita. Semua ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan berdiam di tengah umat-Nya, berkat dan sukacita sejati akan mengalir.

Bagi kita sekarang, Tuhan tidak lagi berdiam di bait yang terbuat dari batu, tapi dalam hati setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Tuhan memilih tubuh kita menjadi “bait Allah” tempat Ia mau tinggal. Karena itu, mari kita belajar menjadikan hati dan tubuh kita tempat yang layak bagi-Nya, agar Tuhan dapat memerintah dalam hidup kita. Ketika Tuhan berdiam dalam hati kita, hidup kita akan dipenuhi damai sejahtera, sukacita, dan berkat-Nya. Lebih dari itu, melalui hidup kita, nama Tuhan akan dimuliakan, dan kasih-Nya akan dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.

STUDI PRIBADI: Seberapa sering kita sadar bahwa tubuh kita adalah “bait Allah”di mana Allah mau tinggal? Bagaimana kita bisa memuliakan Tuhan melalui hidup kita setiap hari?

Pokok Doa: Berdoa supaya setiap jemaat sungguh-sungguh menggunakan tubuhnya dengan bertanggung jawab dan menjadikannya sarana untuk memuliakan Allah melalui cara hidup yang sehat dan kudus.

×

Mazmur 131:1-3

Menyerah kepada TUHAN

1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

×

Mazmur 131:2

2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

×

Mazmur 129:3

3 Di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka.

×

Mazmur 129:4

4 TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.

×

Mazmur 129:5

5 Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur.

×

Mazmur 92:9a

8 (92-9) Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!

×

Mazmur 92:10-14

9 (92-10) Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.

10 (92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru;

11 (92-12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

×

Mazmur 92:1-16

TUHAN, Hakim yang adil

1 Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat. (92-2) Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

2 (92-3) untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,

3 (92-4) dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.

4 (92-5) Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.

5 (92-6) Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.

6 (92-7) Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.

7 (92-8) Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.

8 (92-9) Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!

9 (92-10) Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.

10 (92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru;

11 (92-12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

14 (92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

15 (92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *