Dengarkan Jeritan Hatiku

“TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!” (Mazmur 102:2-3)



Pembahasan: Mazmur 102:1-29 | Ayat Bacaan: Mazmur 102

Pernahkah kita mengalami penderitaan yang begitu menyakitkan, sampai-sampai kita tidak dapat berpikir jernih atau mengungkapkan apa yang ada di pikiran? Bahkan, kita merasa malu mulai berbicara kepada Tuhan di tengah kebingungan dan kekhawatiran kita. Jika Anda ada pada titik terendah dalam hidup, di mana kata-kata pun sulit diucapkan, mazmur ini dapat menolong Anda untuk kembali berseru kepada Allah.

Di bagian ini, Pemazmur tidak memungkiri penderitaan. Sebaliknya, begitu dalam dan menyakitkannya penderitaan itu, ia menggambarkannya seperti tulang-tulangnya terbakar dan hatinya layu seperti rumput. Ia tidak sanggup makan dan tidur, serta diserang oleh musuh-musuhnya (ayat 4-12). Inilah realitas hidup yang tak terelakkan. Kita tidak bisa menutup mata terhadap fakta bahwa umat manusia terus bergumul dengan penderitaan. Penderitaan seolah-olah berjalan berdampingan dengan kehidupan dan hampir selalu meninggalkan luka yang mendalam. Namun, Pemazmur tidak berhenti meratapi penderitaannya. Ia menyadari realitas yang lebih besar daripada penderitaan yang ia alami, yaitu Allah yang berkuasa dan senantiasa menyertai. Pemazmur berkata, “Tetapi Engkau, ya Tuhan, bersemayam untuk selama-lamanya” (ay. 13). Ia mengakui, pemerintahan Allah yang berdaulat atas segala sesuatu. Allah selalu memegang kendali. Allah tidak hanya memegang kendali, tetapi Ia juga mengasihi umat-Nya (ayat 15) dan mendengarkan jeritan hati mereka (ayat 18). Di sinilah letak kekuatan Pemazmur: ia mampu menembus penderitaan dan dari dalam luka itu muncul kesaksian yang memuliakan Allah. Ia bersaksi, “Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian… supaya nama Tuhan diceritakan di Sion” (ayat 19-22).

Ketika penderitaan menyapa, pandanglah Yesus, pandanglah wajah mulia-Nya. Di dalam terang kemuliaan-Nya, dunia akan menjadi hampa. Merataplah bersama Kristus, lalu berjalanlah dengan kekuatan dari-Nya. Ingat saudara, penderitaan hanya sementara, tapi Allah kekal dan abadi. Penderitaan ada expire date-nya, namun itu tidak berlaku bagi Allah kita!

STUDI PRIBADI: Renungkan kembali penderitaan dan kematian Yesus Kristus bagi kita yang berdosa.

Pokok Doa: Berdoalah bagi mereka yang sedang bergumul dan menderita, agar mereka tetap teguh berpegang kepada Allah.

×

Mazmur 102:4-12

3 (102-4) Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.

4 (102-5) Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku.

5 (102-6) Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang.

6 (102-7) Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan.

7 (102-8) Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh.

8 (102-9) Sepanjang hari aku dicela oleh musuh-musuhku, orang-orang yang mempermainkan aku menyumpah dengan menyebut namaku.

9 (102-10) Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan,

10 (102-11) oleh karena marah-Mu dan geram-Mu, sebab Engkau telah mengangkat aku dan melemparkan aku.

11 (102-12) Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, dan aku sendiri layu seperti rumput.

×

Mazmur 102:13

12 (102-13) Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.

×

Mazmur 102:15

14 (102-15) Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya.

×

Mazmur 102:18

17 (102-18) sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.

×

Mazmur 102:19-22

18 (102-19) Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

19 (102-20) sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,

20 (102-21) untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

21 (102-22) supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

×

Mazmur 92:9a

8 (92-9) Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!

×

Mazmur 92:10-14

9 (92-10) Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.

10 (92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru;

11 (92-12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

×

Mazmur 92:1-16

TUHAN, Hakim yang adil

1 Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat. (92-2) Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

2 (92-3) untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,

3 (92-4) dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.

4 (92-5) Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.

5 (92-6) Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.

6 (92-7) Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.

7 (92-8) Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.

8 (92-9) Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!

9 (92-10) Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.

10 (92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru;

11 (92-12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

14 (92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

15 (92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *