Kekayaan Tanpa Hikmat

“Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku.” (Mazmur 49:16)



Pembahasan: Mazmur 49:1-21 | Ayat Bacaan: Mazmur 49-50

Pernahkah Anda bertanya, di zaman sekarang ini, apa yang menjadi ukuran keberhasilan dan kesuksesan hidup? Harus diakui, banyak orang menilai keberhasilan hidup dari besarnya saldo tabungan, aset yang dimiliki, atau tingkat pencapaian prestasi. Media sosial membuat kecenderungan ini semakin jelas: kita jadi mudah iri ketika melihat orang lain hidup lebih mapan, lebih berhasil, dan lebih “bahagia”; seakan-akan kekayaan dan status adalah penentu hidup yang sejati. Tetapi, Mazmur 49 mengajak kita berhenti sejenak dan merenung: apa sebenarnya yang dapat menyelamatkan manusia dari akhir hidupnya?

Pemazmur menegaskan bahwa semua manusia—baik kaya maupun miskin—akan menghadapi kenyataan yang sama: kematian. Tidak ada seorang pun yang bisa menebus nyawanya dengan harta. “Tak seorang pun dapat membebaskan sesamanya atau memberikan tebusan kepada Allah” (ay. 8). Orang kaya bisa saja dipuji oleh banyak orang, namun ia tetap akan turun ke dalam kubur. Semua kejayaannya akan lenyap, ia menjadi sama seperti hewan yang binasa. Inilah kebenaran pahit yang harus diakui: harta tidak dapat menyelamatkan manusia. Akan tetapi, di tengah kesuraman itu, terdengarlah seruan iman dari pemazmur: “Tetapi Allah akan menebus nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku” (ay. 16). Di sinilah kita mendapati sebuah perbedaan mendasar: orang yang berharap pada kekayaan akan ditelan maut, tetapi orang yang bersandar kepada Allah memiliki pengharapan di balik kematian, sebab Allah sendirilah yang menjadi Penebusnya.

Karena itu, jangan tertipu oleh gemerlap kekayaan. Kekayaan tanpa dibarengi hikmat yang benar akan sia-sia. Jangan letakkan pengharapan pada sesuatu yang fana. Ketika kita percaya kepada Tuhan, kita memiliki jaminan yang jauh lebih pasti daripada segala harta: hidup yang ditebus dari kuasa maut. Mari kita belajar hidup bijak, tidak takut dan tidak iri pada orang kaya, melainkan mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah yang menebus.

STUDI PRIBADI: Menurut Mazmur 49, apakah yang menjadi ukuran keberhasilan hidup seseorang? Bagaimana pandangan pemazmur tentang kekayaan?

Pokok Doa: Berdoa agar kita diberikan hikmat oleh Allah untuk mengelola harta yang Allah percayakan kepada kita, tanpa terjebak dalam sikap mengandalkan kekayaan.

×

Mazmur 49:8

7 (49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

×

Mazmur 49:16

15 (49-16) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

×

Mazmur 49:1-21

Kebahagiaan yang sia-sia

1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. (49-2) Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian, pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia,

2 (49-3) baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!

3 (49-4) Mulutku akan mengucapkan hikmat, dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.

4 (49-5) Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal, akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi.

5 (49-6) Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,

6 (49-7) mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?

7 (49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

8 (49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya--

9 (49-10) supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur.

10 (49-11) Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.

11 (49-12) Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.

12 (49-13) Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan, ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

13 (49-14) Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri, ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela

14 (49-15) Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

15 (49-16) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

16 (49-17) Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,

17 (49-18) sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

18 (49-19) Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,

19 (49-20) namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

20 (49-21) Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

×

Mazmur 45:18

17 (45-18) Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.

×

Mazmur 45:11-16

10 (45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

11 (45-12) Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!

12 (45-13) Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.

13 (45-14) Keindahan belaka puteri raja itu di dalam, pakaiannya berpakankan emas.

14 (45-15) Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.

15 (45-16) Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.

×

Mazmur 45:11

10 (45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

×

Mazmur 45:11-12

10 (45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

11 (45-12) Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!

×

Mazmur 45:17

16 (45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *