Kebebalan Manusia

“Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: ‘Tidak ada Allah.’ Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.” (Mazmur 14:1)



Pembahasan: Mazmur 14:1-7 | Ayat Bacaan: Mazmur 14

Kita kerap mendengar maraknya kasus kekerasan, pembunuhan, korupsi, dan berbagai kejahatan lain. Manusia bisa menjadi sosok yang menakutkan, kejam, egois dan tidak masuk akal. Sebenarnya, kondisi seperti ini bukan hanya terjadi pada masa kini, melainkan sudah berlangsung sejak dahulu. Ribuan tahun yang lalu, Mazmur 14 secara jujur memotret kebobrokan moral manusia. Mazmur ini merupakan seruan profetis yang mengingatkan kita akan kenyataan dosa, sekaligus menunjuk pada kebutuhan mendesak akan keselamatan dari Allah. Tema besar yang diangkat dalam perikop ini adalah “Kebebalan Manusia,” bukan kebodohan intelektual, melainkan kebodohan rohani: hati yang menolak kebenaran Allah.

Kata “bebal” (Ibrani: nabal) dalam Mazmur 14:1 tidak sama dengan bodoh atau kurang cerdas. Kata ini menunjuk pada orang yang secara sengaja mengabaikan kebenaran Allah, meskipun kebenaran itu nyata terjadi di depan matanya. Ini adalah bentuk kebodohan moral dan rohani. Orang bebal bukan berarti tidak mampu berpikir logis; justru, sering kali mereka sangat cerdas dalam urusan dunia.

Mazmur 14 tidak hanya berbicara tentang “mereka” di luar sana, tapi juga “kita” semua. Dosa adalah masalah universal, yang mencakup semua bangsa, status sosial, dan generasi. Kebebalan bukan dimulai dari pikiran, tapi dari hati yang menolak tunduk kepada Allah. Orang yang bebal mungkin merasa bebas sementara, tetapi hati nurani dan realitas penghakiman Tuhan akan menghantui. Sering kali, kita lebih mudah menunjuk kebebalan orang lain daripada mengenali kebebalan diri sendiri. Pernahkah kita hidup seolah-olah Allah tidak ada? Pernahkah kita mengabaikan firman-Nya karena terasa “tidak cocok” dengan keinginan pribadi kita? Mazmur 14 mengingatkan bahwa dunia tanpa Allah, akan selalu rusak. Karena itu, kita tidak boleh menaruh harapan utama pada sistem manusia, ideologi, atau kebijakan semata. Harapan kita satu-satunya hanya ada pada Kristus.

STUDI PRIBADI: Bacalah kembali Mazmur 14 secara perlahan dan sungguh-sungguh. Renungkanlah: sudahkah selama ini kita hidup sebagai umat Allah yang taat, atau justru sebagaiumat yang bebal?

Pokok Doa: Berdoalah bagi kondisi dunia yang semakin rusak secara moral. Kiranya Tuhan berbelas kasihan dan memakai kita untuk menjadi saksi dan terang bagi dunia ini.

×

Mazmur 14:1-7

Kebebalan manusia

1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

3 Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

4 Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada TUHAN?

5 Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.

6 Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya.

7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

×

Mazmur 14:1

1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

×

Mazmur 12:2-3

1 (12-2) Tolonglah kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.

2 (12-3) Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.

×

Mazmur 12:4-5

3 (12-4) Biarlah TUHAN mengerat segala bibir yang manis dan setiap lidah yang bercakap besar,

4 (12-5) dari mereka yang berkata: "Dengan lidah kami, kami menang! Bibir kami menyokong kami! Siapakah tuan atas kami?"

×

Mazmur 12:6

5 (12-6) Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.

×

Mazmur 12:7-8

6 (12-7) Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

7 (12-8) Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

×

Wahyu 19:15-16

15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

×

Matius 2:16

16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

×

Yohanes 3:16

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

×

Yohanes 10:10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *