Tuhan Menantang Ayub

“Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: ‘Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku!’” (Ayub 40:1-2)



Pembahasan: Ayub 40:1-28 | Ayat Bacaan: Ayub 39-40

Harus diakui, kata “menantang” sering diasosiasikan secara negatif, meski sebenarnya bisa juga digunakan dalam konteks yang positif. Ketika seseorang menantang yang lain, misalnya, kita cenderung menganggap bahwa ia ingin menunjukkan kekuatan yang dimiliki-dengan tujuan mungkin untuk menindas atau mengalahkan yang lebih lemah. “Tuhan menantang Ayub” tidak berarti bahwa Tuhan meragukan Ayub. Sebaliknya, Ia ingin menyadarkan Ayub bahwa pengetahuannya tentang hikmat dan kekuasaan Tuhan, terbatas. Dari dalam kebesaran-Nya, Tuhan menjawab Ayub. Ia ingin Ayub membuka matanya dan sadar bahwa tidak seorang pun dapat menyamai kuasa-Nya. Dalam tantangan-Nya kepada Ayub kali ini, Tuhan memakai dua ilustrasi tentang binatang. Ilustrasi yang pertama adalah kuda nil (40:10-19) dan yang kedua ialah buaya (41:1-34). Mari kita fokuskan pembahasan hari ini pada analogi tentang kuda nil.

Dalam Kitab Ayub, ilustrasi kuda nil (Behemoth) digunakan oleh Allah untuk menunjukkan kekuatan dan kebesaran-Nya yang tak terbatas, serta untuk menyadarkan Ayub akan keterbatasan manusia dalam memahami dunia ciptaan-Nya. Kuda nil mungkin tidak tampak menyeramkan, tetapi sesungguhnya kekuatannya tidak dapat diabaikan. Ekornya seperti pohon aras, dan tulangnya seperti pembuluh tembaga (ay. 11-13). Siapa yang menciptakan makhluk ini? Siapa pula yang bisa mencukupi kebutuhannya dan yang sanggup menangkapnya? Bahkan kuatnya arus sungai pun tidak membuatnya gentar (ay. 23-24). Dalam bagian ini, Allah menunjukkan bahwa manusia, bahkan yang sekuat Ayub, tidak dapat menandingi kuasa dan hikmat-Nya. Ini mengajarkan Ayub dan pembaca untuk merendahkan diri di hadapan Allah dan mengakui keterbatasan pengetahuan manusia.

Sebagai umat Allah yang telah ditebus melalui karya Kristus yang agung, hendaknya kita semakin sadar akan keterbatasan diri kita dan belajar untuk merendahkan diri, serta mengakui kedahsyatan Allah. Dialah yang setia memelihara kita dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, keberadaan Allah yang penuh kuasa dan kasih dapat semakin kita nikmati serta dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.

STUDI PRIBADI: Pelajaran apa yang dapat kita hayati dari ilustrasi tentang kuda Nil?

Pokok Doa: Doakan agar Tuhan terus mengikis kesombongan kita agar kita belajar hidup dalam kerendahan hati.

×

Ayub 40:10-19

Lukisan tentang buaya

1 (40-20) "Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali?

2 (40-21) Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan?

3 (40-22) Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu?

4 (40-23) Mungkinkah ia mengikat perjanjian dengan engkau, sehingga engkau mengambil dia menjadi hamba untuk selama-lamanya?

5 (40-24) Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung, dan mengikat dia untuk anak-anakmu perempuan?

6 (40-25) Mungkinkah kawan-kawan nelayan memperdagangkan dia, atau membagi-bagikan dia di antara pedagang-pedagang?

7 (40-26) Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan serampang, dan kepalanya dengan tempuling?

8 (40-27) Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! --Engkau takkan melakukannya lagi!

9 (40-28) Sesungguhnya, harapanmu hampa! Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting.

10 (41-1) Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku?

11 (41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.

12 (41-3) Aku tidak akan berdiam diri tentang anggota-anggota badannya, tentang keperkasaannya dan perawakannya yang tampan.

13 (41-4) Siapakah dapat menyingkapkan pakaian luarnya? Baju zirahnya yang berlapis dua, siapakah dapat menembusnya?

14 (41-5) Siapa dapat membuka pintu moncongnya? Di sekeliling giginya ada kengerian.

15 (41-6) Punggungnya adalah perisai-perisai yang bersusun, terlekat rapat seperti meterai.

16 (41-7) Rapat hubungannya yang satu dengan yang lain, sehingga angin tidak dapat masuk;

17 (41-8) yang satu melekat pada yang lain, bertautan tak terceraikan lagi.

18 (41-9) Bersinnya menyinarkan cahaya, matanya laksana merekahnya fajar.

19 (41-10) Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api.

20 (41-11) Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya.

21 (41-12) Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya.

22 (41-13) Di dalam tengkuknya ada kekuatan; ketakutan berlompatan di hadapannya.

23 (41-14) Daging gelambirnya berlekatan, melekat padanya, tidak tergerak.

24 (41-15) Hatinya keras seperti batu, keras seperti batu kilangan bawah.

25 (41-16) Bila ia bangkit, maka semua yang berkuasa menjadi gentar, menjadi bingung karena ketakutan.

26 (41-17) Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing.

27 (41-18) Besi dirasanya seperti jerami, tembaga seperti kayu lapuk.

28 (41-19) Anak panah tidak dapat menghalau dia, batu umban seolah-olah berubah padanya menjadi jerami.

29 (41-20) Gada dianggapnya jerami dan ia menertawakan desingan lembing.

30 (41-21) Pada bagian bawahnya ada tembikar yang runcing; ia membujur di atas lumpur seperti pengeretan pengirik.

31 (41-22) Lubuk dibuatnya berbual-bual seperti periuk, laut dijadikannya tempat memasak campuran rempah-rempah.

32 (41-23) Ia meninggalkan jejak yang bercahaya, sehingga samudera raya disangka orang rambut putih.

33 (41-24) Tidak ada taranya di atas bumi; itulah makhluk yang tidak mengenal takut.

34 (41-25) Segala yang tinggi takut kepadanya; ia adalah raja atas segala binatang yang ganas."

×

Ayub 41:1-34

Lukisan tentang buaya

1 (40-20) "Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali?

2 (40-21) Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan?

3 (40-22) Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu?

4 (40-23) Mungkinkah ia mengikat perjanjian dengan engkau, sehingga engkau mengambil dia menjadi hamba untuk selama-lamanya?

5 (40-24) Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung, dan mengikat dia untuk anak-anakmu perempuan?

6 (40-25) Mungkinkah kawan-kawan nelayan memperdagangkan dia, atau membagi-bagikan dia di antara pedagang-pedagang?

7 (40-26) Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan serampang, dan kepalanya dengan tempuling?

8 (40-27) Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! --Engkau takkan melakukannya lagi!

9 (40-28) Sesungguhnya, harapanmu hampa! Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting.

10 (41-1) Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku?

11 (41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.

12 (41-3) Aku tidak akan berdiam diri tentang anggota-anggota badannya, tentang keperkasaannya dan perawakannya yang tampan.

13 (41-4) Siapakah dapat menyingkapkan pakaian luarnya? Baju zirahnya yang berlapis dua, siapakah dapat menembusnya?

14 (41-5) Siapa dapat membuka pintu moncongnya? Di sekeliling giginya ada kengerian.

15 (41-6) Punggungnya adalah perisai-perisai yang bersusun, terlekat rapat seperti meterai.

16 (41-7) Rapat hubungannya yang satu dengan yang lain, sehingga angin tidak dapat masuk;

17 (41-8) yang satu melekat pada yang lain, bertautan tak terceraikan lagi.

18 (41-9) Bersinnya menyinarkan cahaya, matanya laksana merekahnya fajar.

19 (41-10) Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api.

20 (41-11) Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya.

21 (41-12) Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya.

22 (41-13) Di dalam tengkuknya ada kekuatan; ketakutan berlompatan di hadapannya.

23 (41-14) Daging gelambirnya berlekatan, melekat padanya, tidak tergerak.

24 (41-15) Hatinya keras seperti batu, keras seperti batu kilangan bawah.

25 (41-16) Bila ia bangkit, maka semua yang berkuasa menjadi gentar, menjadi bingung karena ketakutan.

26 (41-17) Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing.

27 (41-18) Besi dirasanya seperti jerami, tembaga seperti kayu lapuk.

28 (41-19) Anak panah tidak dapat menghalau dia, batu umban seolah-olah berubah padanya menjadi jerami.

29 (41-20) Gada dianggapnya jerami dan ia menertawakan desingan lembing.

30 (41-21) Pada bagian bawahnya ada tembikar yang runcing; ia membujur di atas lumpur seperti pengeretan pengirik.

31 (41-22) Lubuk dibuatnya berbual-bual seperti periuk, laut dijadikannya tempat memasak campuran rempah-rempah.

32 (41-23) Ia meninggalkan jejak yang bercahaya, sehingga samudera raya disangka orang rambut putih.

33 (41-24) Tidak ada taranya di atas bumi; itulah makhluk yang tidak mengenal takut.

34 (41-25) Segala yang tinggi takut kepadanya; ia adalah raja atas segala binatang yang ganas."

×

Ayub 40:11-13

16 (40-11) Perhatikanlah tenaga di pinggangnya, kekuatan pada urat-urat perutnya!

17 (40-12) Ia meregangkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya berjalin-jalinan.

18 (40-13) Tulang-tulangnya seperti pembuluh tembaga, kerangkanya seperti batang besi.

×

Ayub 40:23-24

23 (40-18) Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar; ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya.

24 (40-19) Dapatkah orang menangkap dia dari muka, mencocok hidungnya dengan keluan?"

×

Roma 8:28

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

×

Mazmur 139:23

23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

×

Ayub 24:23a

23a Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya

×

Ayub 24:23b-24

23b dan mengawasi jalan-jalannya.

24 Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *