Alam Menceritakan Kebesaran-Nya

“Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.” (Ayub 37:14)



Pembahasan: Ayub 37:1-24 | Ayat Bacaan: Ayub 36-37

Pernahkah kita berdiri di tengah hujan deras, sementara kilat menyambar langit dan mendengar petir yang mengguncang bumi? Di saat-saat seperti itu, pastilah kita merasa kecil dan tidak berdaya. Dalam momen itulah, Elihu mengajak Ayub untuk berhenti berbicara—dan mulai merenung. Ayub pasal 37 menjadi penutup perkataan Elihu, sebelum Tuhan sendiri berbicara. Ia tidak datang menyerang seperti teman-teman Ayub lainnya. Ia datang dengan satu ajakan: “Lihatlah Allah.” Ia mengajak Ayub, dan kita semua, untuk menyaksikan kemegahan Tuhan melalui badai, salju, dan petir. Semua tunduk pada perintah-Nya. Semua bergerak karena kehendak-Nya. Tak satu pun terjadi di luar kendali-Nya.

Saat ini, kita mungkin sedang berdiri dalam badai kehidupan: di tengah diagnosis penyakit yang tak kunjung sembuh, di tengah relasi keluarga yang retak, saat usaha yang kita bangun dengan jujur justru terpuruk, atau ketika doa-doa kita terasa seperti tak berbalas. Kita bertanya: “Mengapa Tuhan diam? Mengapa hidup tidak sesuai dengan yang kita harapkan?” Di ayat 14-20, Elihu menantang Ayub untuk jujur: Siapa manusia hingga dapat mengerti semua jalan Allah? Bisakah kita memahami bagaimana cahaya tersebar? Atau mengatur keseimbangan awan? Jika tidak, mengapa kita begitu mudah menghakimi Tuhan ketika hidup tak berjalan sesuai rencana kita? Sering kali, kita lebih menginginkan Allah yang bisa kita kendalikan. Allah yang menjawab sesuai waktu dan juga keinginan kita. Namun, Allah adalah Allah yang bebas, yang agung dan yang tak terselami. Justru di sanalah terletak penghiburan kita: jika Tuhan cukup besar untuk mengatur petir, Dia pasti sanggup memegang hidup kita. Elihu mengajak kita belajar tunduk bukan karena takut, tapi karena kagum. Dalam dunia yang terus mencari kontrol dan penjelasan, Allah mengundang kita percaya kepada-Nya, bahkan ketika kita tidak mengerti.

Hari ini, mungkin Tuhan tidak memberi semua jawaban atas pertanyaan kita, namun Dia memberi undangan: “Lihatlah pada-Ku dan percayalah.”

STUDI PRIBADI: Apakah yang Elihu tengah sampaikan kepada Ayub mengenai Allah yang dianggapnya tidak peduli akan keadaan Ayub hari itu? Apakah yang bisa kita pelajari dari perkataan Elihu tentang kehidupankita di masa kini?

Pokok Doa: Berdoalah agar jemaat Tuhan tidak putus asa, melainkan tetap bersandar kepada Tuhan di masa-masa sulit. Sebab, Ia adalah Allah yang Mahakuasa dan setia menolong umat-Nya.

×

Ayub 37:1-24

Kemuliaan Allah di alam semesta

1 "Sungguh, oleh karena itu hatiku berdebar-debar dan melonjak dari tempatnya.

2 Dengar, dengarlah gegap gempita suara-Nya, guruh yang keluar dari dalam mulut-Nya.

3 Ia melepaskannya ke seluruh kolong langit, dan juga kilat petir-Nya ke ujung-ujung bumi.

4 Kemudian suara-Nya menderu, Ia mengguntur dengan suara-Nya yang megah; Ia tidak menahan kilat petir, bila suara-Nya kedengaran.

5 Allah mengguntur dengan suara-Nya yang mengagumkan; Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita;

6 karena kepada salju Ia berfirman: Jatuhlah ke bumi, dan kepada hujan lebat dan hujan deras: Jadilah deras!

7 Tangan setiap manusia diikat-Nya dengan dibubuhi meterai, agar semua orang mengetahui perbuatan-Nya.

8 Maka binatang liar masuk ke dalam tempat persembunyiannya dan tinggal dalam sarangnya.

9 Taufan keluar dari dalam perbendaharaan, dan hawa dingin dari sebelah utara.

10 Oleh nafas Allah terjadilah es, dan permukaan air yang luas membeku.

11 Awanpun dimuati-Nya dengan air, dan awan memencarkan kilat-Nya,

12 lalu kilat-Nya menyambar-nyambar ke seluruh penjuru menurut pimpinan-Nya untuk melakukan di permukaan bumi segala yang diperintahkan-Nya.

13 Ia membuatnya mencapai tujuannya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia.

14 Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.

15 Tahukah engkau, bagaimana Allah memberi tugas kepadanya, dan menyinarkan cahaya dari awan-Nya?

16 Tahukah engkau tentang melayangnya awan-awan, tentang keajaiban-keajaiban dari Yang Mahatahu,

17 hai engkau, yang pakaiannya menjadi panas, jika bumi terdiam karena panasnya angin selatan?

18 Dapatkah engkau seperti Dia menyusun awan menjadi cakrawala, keras seperti cermin tuangan?

19 Beritahukanlah kepada kami apa yang harus kami katakan kepada-Nya: tak ada yang dapat kami paparkan oleh karena kegelapan.

20 Apakah akan diberitahukan kepada-Nya, bahwa aku akan bicara? Pernahkah orang berkata, bahwa ia ingin dibinasakan?

21 Seketika terang tidak terlihat, karena digelapkan mendung; lalu angin berembus, maka bersihlah cuaca.

22 Dari sebelah utara muncul sinar keemasan; Allah diliputi oleh keagungan yang dahsyat.

23 Yang Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar kekuasaan dan keadilan-Nya; walaupun kaya akan kebenaran Ia tidak menindasnya.

24 Itulah sebabnya Ia ditakuti orang; setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya."

×

Ayub 37:14-20

14 Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.

15 Tahukah engkau, bagaimana Allah memberi tugas kepadanya, dan menyinarkan cahaya dari awan-Nya?

16 Tahukah engkau tentang melayangnya awan-awan, tentang keajaiban-keajaiban dari Yang Mahatahu,

17 hai engkau, yang pakaiannya menjadi panas, jika bumi terdiam karena panasnya angin selatan?

18 Dapatkah engkau seperti Dia menyusun awan menjadi cakrawala, keras seperti cermin tuangan?

19 Beritahukanlah kepada kami apa yang harus kami katakan kepada-Nya: tak ada yang dapat kami paparkan oleh karena kegelapan.

20 Apakah akan diberitahukan kepada-Nya, bahwa aku akan bicara? Pernahkah orang berkata, bahwa ia ingin dibinasakan?

×

Ayub 34:13

13 Siapa mempercayakan bumi kepada-Nya? Siapa membebankan alam semesta kepada-Nya?

×

1 Petrus 1:6-7

6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

×

Roma 8:28

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

×

Mazmur 139:23

23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

×

Ayub 24:23a

23a Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya

×

Ayub 24:23b-24

23b dan mengawasi jalan-jalannya.

24 Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *