Yang Fasik, Yang Binasa

“Bagaimanapun juga terang orang fasik tentu padam, dan nyala apinya tidak tetap bersinar. Terang di dalam kemahnya menjadi gelap, dan pelita di atasnya padam.” (Ayub 18:5-6)



Pembahasan: Ayub 18:1-21 | Ayat Bacaan: Ayub 18-19

Sering kita melihat orang-orang yang hidup dalam kefasikan menolak kebenaran. Mereka berlaku curang dan terus-menerus hidup dalam dosa, namun tampaknya justru menikmati keberhasilan, kekayaan, dan kenyamanan hidup. Kitapun bisa mempertanyakan, “Mengapa orang jahat bisa hidup enak, sementara orang benar hidupnya menderita?”

Perkataan Bildad dalam Ayub 18:5-6 menggambarkan bahwa hidup dan kemakmuran orang fasik hanya bersifat sementara, dan pada akhirnya akan berakhir dalam kehancuran dan kegelapan. Apa yang tampak seperti keberhasilan dan kemegahan hanyalah cahaya sementara yang pada akhirnya akan padam. Namun, jika kita melihat lebih dalam, perkataan Bildad ini sebenarnya muncul dari niatnya untuk menekan Ayub agar mengakui dosanya, karena menurut Bildad, hanya orang fasik lah yang mengalami penderitaan seperti yang Ayub alami, sehingga ia menganggap penderitaan itu sebagai bukti bahwa Ayub telah melakukan dosa besar. Padahal, Ayub tetap mempertahankan integritasnya untuk hidup benar, dan Alkitab sendiri mencatat bahwa Ayub adalah seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Dengan demikian, Bildad telah salah menilai situasi kehidupan Ayub.

Melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan dua hal penting. Pertama, kekuasaan, kekayaan, atau kuasa tidak akan menyelamatkan manusia dari kehancuran dan kebinasaan jika ia terus-menerus hidup dalam kefasikan tanpa pertobatan. Kedua, tidak semua penderitaan yang dialami manusia adalah hukuman atas dosa. Terkadang, Tuhan mengizinkan penderitaan bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai proses pemurnian iman dan pembentukan karakter. Seperti Ayub, kita pun dipanggil untuk tetap setia, meskipun keadaan tidak selalu mudah dipahami. Kiranya Tuhan menolong kita dalam merenungkan kebenaran firman-Nya, sehingga kita dapat hidup bijaksana, menjalani kehidupan yang dianugerahkan-Nya, dan menjadi berkat di mana pun kita berada.

STUDI PRIBADI: Apa yang Tuhan ingatkan kepada Anda melalui firman-Nya ini? Bagaimana Anda merefleksikan firman Tuhan tersebut dalam kehidupan Anda?

Pokok Doa: Berdoalah bagi jemaat yang sedang mengalami penderitaan, agar mereka tidak merasa dihakimi atau ditinggalkan, melainkan dikuatkan dan tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di balik segala sesuatu.

×

Ayub 18:5-6

5 Bagaimanapun juga terang orang fasik tentu padam, dan nyala apinya tidak tetap bersinar.

6 Terang di dalam kemahnya menjadi gelap, dan pelita di atasnya padam.

×

Ayub 1:1

1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

×

Ayub 2:7-8

7 Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.

8 Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.

×

1 Korintus 3:19a

19a Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.

×

1 Korintus 3:19a

19a Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.

×

Ayub 9:32-35

32 Karena Dia bukan manusia seperti aku, sehingga aku dapat menjawab-Nya: Mari bersama-sama menghadap pengadilan.

33 Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua!

34 Biarlah Ia menyingkirkan pentung-Nya dari padaku, jangan aku ditimpa kegentaran terhadap Dia,

35 maka aku akan berbicara tanpa rasa takut terhadap Dia, karena aku tidak menyadari kesalahanku."

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *