Piagam Perjanjian

“Yang membubuhi meterai adalah: kepala daerah Nehemia bin Hakhalya.. Dan orang-orang yang lain, yakni: para imam dan orang-orang Lewi.. dan segala orang yang memisahkan diri dari penduduk negeri untuk patuh kepada hukum Allah. Mereka bersumpah: Kami tidak akan membiarkan rumah Allah kami.” (Nehemia 10, TB2)



Pembahasan: Nehemia 10:1-39 | Ayat Bacaan: Nehemia 10-11

Beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia giat mengupayakan pemulangan berbagai artefak dan warisan budaya yang telah dijarah dan dibawa ke luar negeri. Salah satu yang menarik perhatian dan
masih diperjuangkan untuk dikembalikan adalah Prasasti Sangguran, yang dikenal sebagai Minto Stone. Konon, prasasti dari zaman Mataram Kuno ini dihadiahkan kepada Lord Minto oleh Gubernur Hindia Belanda saat itu, Sir Thomas Stamford Raffles. Selain memuat catatan sejarah perpindahan Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur, Prasasti Sangguran juga berisi peringatan keras, bahkan kutukan: siapa pun yang berani memindahkannya akan tertimpa sial dan mengalami celaka yang mengerikan.

Nehemia, seorang juru minum raja, nabi, sekaligus pemimpin pada masa pasca pembuangan bangsa Israel–membuat sebuah piagam perjanjian setia bersama para pemimpin, imam, orang-orang Lewi, hingga para budak. Mereka menyadari bahwa sebagai umat Allah, mereka berbeda dengan bangsa-bangsa lain di sekitar yang tidak mengenal Allah. Dicatat bahwa mereka yang turut menandatangani piagam dan bersumpah setia itu adalah, “segala orang yang memisahkan diri dari penduduk negeri untuk patuh kepada hukum Allah dan bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah yang diberikan dengan perantaraan Musa, hamba Allah itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala perintah TUHAN, yakni Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapan-Nya” (ay. 28-30).

Nehemia mengajak Israel (kaum Yehuda) dan orang percaya masa kini berani mengambil keputusan besar sebagai umat Tuhan: berkomitmen penuh kepada-Nya dengan hidup dalam kebenaran, taat dan setia pada perintah dan hukum-Nya, serta mau hidup berbeda dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Komitmen ini bukan sekadar ucapan di mulut, janji dalam hati, atau piagam perjanjian tertulis tanpa aksi. Meskipun piagam perjanjian di masa kini mungkin terasa klise dan remeh, namun bisa menjadi pengingat komitmen yang telah disepakati, dan tidak seharusnya diingkari. Yang terpenting dalam perjanjian adalah ketulusan untuk melaksanakannya, dalam semangat kepatuhan, ketaatan, dan penghormatan kepada Tuhan.

STUDI PRIBADI: “Perjanjian” apa yang pernah kita buat di hadapan Tuhan? Masihkah kita setia melakukannya? Bila tidak, apa tindakan yang harus kita ambil?

Pokok Doa: Berdoa agar umat Allah berani berkomitmen untuk setia kepada Tuhan. Kiranya Tuhan mengaruniakan kekuatan supaya umat Tuhan teguh, setia, dan taat menjalani komitmen sesuai dengan kebenaran firman-Nya.

×

Nehemia 10:28-30

28 Dan orang-orang yang lain, yakni: para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu gerbang, para penyanyi, para budak di bait Allah dan segala orang yang memisahkan diri dari penduduk negeri untuk patuh kepada hukum Allah, serta isteri mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, begitu juga semua orang yang cukup dewasa untuk mengerti,

29 menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka, yakni pemuka-pemuka mereka itu. Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah yang diberikan dengan perantaraan Musa, hamba Allah itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala perintah TUHAN, yakni Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapan-Nya.

30 Pula kami tidak akan memberi anak-anak perempuan kami kepada penduduk negeri, ataupun mengambil anak-anak perempuan mereka bagi anak-anak lelaki kami.

×

Nehemia 6:5-9

5 Lalu dengan cara yang sama untuk kelima kalinya Sanbalat mengirim seorang anak buahnya kepadaku yang membawa surat yang terbuka.

6 Dalam surat itu tertulis: "Ada desas-desus di antara bangsa-bangsa dan Gasymu membenarkannya, bahwa engkau dan orang-orang Yahudi berniat untuk memberontak, dan oleh sebab itu membangun kembali tembok. Lagipula, menurut kabar itu, engkau mau menjadi raja mereka.

7 Bahkan engkau telah menunjuk nabi-nabi yang harus memberitakan tentang dirimu di Yerusalem, demikian: Ada seorang raja di Yehuda! Sekarang, berita seperti itu akan didengar raja. Oleh sebab itu, mari, kita sama-sama berunding!"

8 Tetapi aku mengirim orang kepadanya dengan balasan: "Hal seperti yang kausebut itu tidak pernah ada. Itu isapan jempolmu belaka!"

9 Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.

×

Nehemia 6:10-14

10 Ketika aku pergi ke rumah Semaya bin Delaya bin Mehetabeel, sebab ia berhalangan datang, berkatalah ia: "Biarlah kita bertemu di rumah Allah, di dalam Bait Suci, dan mengunci pintu-pintunya, karena ada orang yang mau datang membunuh engkau, ya, malam ini mereka mau datang membunuh engkau."

11 Tetapi kataku: "Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!"

12 Karena kuketahui benar, bahwa Allah tidak mengutus dia. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap aku, karena disuap Tobia dan Sanbalat.

13 Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku.

14 Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku.

×

Nehemia 3:31-32

31 Di sampingnya Malkia, seorang tukang emas, mengadakan perbaikan sampai pada rumah para budak di bait Allah dan para pedagang, di depan pintu gerbang Pendaftaran dan sampai pada kamar atas di penjuru.

32 Lalu antara kamar atas di penjuru dan pintu gerbang Domba para tukang emas dan para pedagang mengadakan perbaikan.

×

Nehemia 3:2, 4, 5

2 Berdekatan dengan mereka orang-orang Yerikho membangun, dan berdekatan dengan orang-orang itu Zakur bin Imri.

4 Berdekatan dengan mereka Meremot bin Uria bin Hakos mengadakan perbaikan, dan berdekatan dengan dia Mesulam bin Berekhya bin Mesezabeel. Berdekatan dengan dia Zadok bin Baana mengadakan perbaikan,

5 dan berdekatan dengan dia orang-orang Tekoa. Hanya pemuka-pemuka mereka tidak mau memberi bahunya untuk pekerjaan tuan mereka.

×

1 Korintus 12:12-27

31 Mereka inipun, sama seperti saudara-saudara sesuku mereka, anak-anak Harun, membuang undi di depan raja Daud, di depan Zadok, Ahimelekh dan para kepala puak, para imam dan orang Lewi. Dalam hal ini seorang kepala puak sama dengan saudaranya yang terkecil.

×

Nehemia 1:11

11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.

×

Kisah Para Rasul 1:8

8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *