Tanda Yang Ketiga

“Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: ‘Maukah engkau sembuh?’” (Yohanes 5:6)



Pembahasan: Yohanes 5:1-18 | Ayat Bacaan: Yohanes 5-6

Yesus bertemu dengan seorang pria yang telah sakit selama tiga puluh delapan tahun di kolam Betesda. Selama itu pula ia hidup dalam keterbatasan dan pengharapan yang terus tertunda. Ketika Yesus melihatnya, Ia mengajukan pertanyaan yang mengejutkan, “Maukah engkau sembuh?” Pertanyaan ini bukan karena Yesus tidak mengetahui keadaannya, melainkan karena Yesus ingin menyentuh hati orang itu dan melihat bagaimana ia merespons.

Menariknya, orang tersebut tidak langsung menjawab “Ya.” Ia justru menjelaskan berbagai alasan mengapa ia belum sembuh. Ia berkata bahwa tidak ada seorang pun yang membantunya masuk ke kolam ketika air berguncang, dan selalu ada orang lain yang lebih dahulu turun. Ia begitu fokus pada berbagai hambatan sehingga tidak menyadari bahwa sumber pertolongan sejati sedang berdiri di hadapannya.

Kita pun sering seperti itu. Saat menghadapi masalah, kita lebih mudah melihat keterbatasan daripada kesempatan yang Tuhan berikan. Kita berkata, “Saya tidak mampu,” “Saya tidak punya dukungan,” atau “Keadaan saya berbeda.” Alasan-alasan itu mungkin benar, tetapi tidak seharusnya membuat kita berhenti memercayai Tuhan.
Ibarat seorang anak yang ingin belajar berenang, tetapi terus berdiri di tepi kolam karena takut tenggelam. Ia mempelajari teori, mengamati, dan memikirkan berbagai risiko. Namun, selama ia tidak berani masuk ke air, ia tidak akan pernah belajar berenang. Perubahan terjadi ketika ia mengambil langkah pertama meskipun masih ada rasa takut. Demikian pula, Yesus pun berkata kepada orang itu, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Orang itu taat, dan seketika itu juga ia sembuh. Mukjizat terjadi ketika ia merespons perkataan Yesus dengan iman.

Hari ini, mungkin ada area dalam hidup kita yang terasa “lumpuh”: kebiasaan buruk yang sulit ditinggalkan, hubungan yang rusak, atau semangat rohani yang memudar. Tuhan masih bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Jangan terus terjebak dalam berbagai alasan dan keterbatasan. Dengarkan suara Tuhan dan ambillah langkah ketaatan yang Ia minta.

STUDI PRIBADI: Jika Tuhan bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Apa jawaban Anda?

Pokok Doa: Berdoalah agar Allah menyatakan kesembuhan dan mengubahkan setiap keadaan kita menurut kehendak-Nya.

×

Yohanes 4:46-54

Yesus menyembuhkan anak pegawai istana

46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.

47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.

48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."

49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."

50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.

51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.

52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."

53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

×

Yohanes 2:11

11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

×

Yohanes 20:30-31

Maksudnya Injil ini dicatat

30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,

31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

×

2 Korintus 4:6

6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

×

Matius 4:19

19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *