Tanda Yang Pertama

“Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yohanes 2:11)



Pembahasan: Yohanes 2:1-11 | Ayat Bacaan: Yohanes 2-3

Pada 8 April 2024, jutaan orang menyaksikan gerhana matahari total yang melintasi Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Fenomena langka ini menarik perhatian para ilmuwan, wisatawan, dan media dari berbagai penjuru dunia. Namun, gerhana bukanlah tujuan untuk dikagumi, melainkan satu tanda (sign) yang menunjukkan keteraturan alam semesta. Melalui peristiwa itu, perhatian kita tidak berhenti pada fenomena bayangan bulan yang menutupi matahari, tetapi diarahkan untuk mengagumi hukum-hukum alam yang menopang seluruh alam semesta. Sebuah tanda selalu menunjuk kepada realitas yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Prinsip itulah yang menolong kita memahami mukjizat pertama Yesus di Kana (Yoh. 2:1-11). Yohanes tidak menyebutnya sebagai mukjizat (miracle), melainkan σημεῖον (sēmeion), yang berarti “tanda.” Artinya, perubahan air menjadi anggur bukanlah tujuan akhir, melainkan penunjuk kepada identitas Yesus. Di tengah pesta pernikahan yang terancam berakhir dengan rasa malu karena kehabisan anggur, Yesus memakai enam tempayan batu yang digunakan untuk penyucian menurut adat Yahudi. Bukan kebetulan Yohanes mencatat detail ini. Tempayan-tempayan yang melambangkan sistem penyucian lama kini dipenuhi dengan anggur terbaik. Yohanes menunjukkan bahwa di dalam Kristus, Allah menghadirkan penggenapan yang melampaui simbol-simbol Perjanjian Lama. Karena itu, ayat 11 menegaskan bahwa melalui mukjizat ini Yesus “menyatakan kemuliaan-Nya,” sehingga murid-murid semakin percaya kepada-Nya. Dengan demikian, fokus utama narasi ini bukanlah anggurnya, melainkan Pribadi Sang Mesias.

Kita semua diingatkan bahwa iman Kristen tidak berhenti pada sekadar kagum terhadap mukjizat atau berkat Tuhan. Terlalu mudah bagi kita mencari Yesus hanya karena berharap persoalan hidup diselesaikan. Padahal, setiap karya Tuhan seharusnya membawa kita semakin mengenal Kristus dan semakin mempercayai-Nya. Tujuan utama setiap karya Kristus bukan agar masalah kita selesai, melainkan membukakan mata iman kita agar semakin melihat kemuliaan-Nya. Mukjizat dapat membangkitkan kekaguman sesaat, tetapi pengenalan akan Kristus mengubah hidup kita untuk selama-lamanya.

STUDI PRIBADI: Bacalah juga Yohanes 20:30-31 dan 2 Korintus 4:6. Apakah saya lebih mengejar mukjizat, atau semakin mengenal Kristus melalui karya-Nya?

Pokok Doa: Berdoalah agar Tuhan menolong kita melihat setiap karya-Nya sebagai tanda yang membawa kita semakin mengenal kemuliaan Kristus dan bertumbuh dalam iman kepada-Nya.

×

Yohanes 2:1-11

Perkawinan di Kana

1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.

9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

×

Yohanes 2:11

11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

×

Yohanes 20:30-31

Maksudnya Injil ini dicatat

30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,

31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

×

2 Korintus 4:6

6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

×

Matius 4:19

19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *