Berharga Di Mata Tuhan!

“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” (Mazmur 116:15)



Pembahasan: Mazmur 116:1-19 | Ayat Bacaan: Mazmur 116-117

Menarik diamati, budaya kita sebenarnya punya kriteria mengenai kematian yang baik. Jadi, bukan hanya soal hidup, soal mati pun kita punya semacam standar penilaian. Misalnya, meninggal pada usia sembilan puluh tahun jelas lebih “baik” dibanding meninggal pada usia sepuluh atau sebelas tahun. Meninggal dalam kesendirian—apalagi bila kematian itu baru diketahui beberapa hari kemudian—dipandang tragis, sementara mereka yang meninggal dikelilingi keluarga besar, berbahagia. Mereka yang meninggal dalam kelimpahan itu beruntung, tapi mereka yang wafat dalam keprihatinan patut dikasihani. Begitupun seterusnya.

Bayangkan Anda tengah menghadiri acara penghiburan di satu rumah duka. Tubuh yang terbujur kaku di sana adalah milik seorang perempuan usia awal tiga puluhan, yang tidak sempat menikah dan punya keturunan, dan harus meregang nyawa karena ganasnya amukan kanker. Tidak hanya itu, tubuhnya terbaring dalam peti suren sumbangan sebuah perusahaan peti mati, yang menandakan ia bukanlah seorang berada. Bahkan, ibadah penghiburannya hanya dihadiri tidak lebih dari sepuluh orang, termasuk kedua orang tuanya yang berusia senja. Kira-kira, apa yang ada dalam benak Anda?

Berbeda dengan kriteria kita, pemazmur memberi satu kriteria yang menentukan nilai kematian kita, yakni sejauh apa relasi kita dengan Tuhan. Kematian seseorang yang mengasihi dan dikasihi Tuhan tidak akan pernah menjadi kematian yang tragis, bagaimanapun bentuk kematiannya. Mitchell Dahood menjelaskan bahwa ini karena Allah sendiri yang akan menjemput orang-orang yang dikasihi-Nya ketika mereka mati. Segala keprihatinan mereka selama hidup di bumi akan segera berubah menjadi sukacita dalam hadirat Allah. Sebaliknya, kematian yang nampak “beruntung” justru akan menjadi akhir yang tragis ketika seseorang meninggal di luar Tuhan.

Tidak semua orang punya kesempatan hidup berbahagia. Tapi Tuhan memberi kita kesempatan untuk mati sebagai orang yang berbahagia. Bagaimana respons Anda?

STUDI PRIBADI: Apa landasan yang Anda gunakan untuk menilai kualitas hidup dan mati seseorang? Bagaimana perenungan hari ini mengubah pandangan Anda?

Pokok Doa: Doakanlah agar anak-anak Tuhan bertekun hingga akhir dan meninggalkan dunia sebagai orang-orang yang berbahagia.

×

Mazmur 115:1-18

Kemuliaan hanya bagi Allah

1 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!

2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?"

3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!

4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,

5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,

6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,

7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.

8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.

9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun,

13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar.

14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu.

15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.

17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi,

18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

×

Mazmur 115:9

9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

×

Mazmur 115:10

10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

×

Mazmur 115:11

11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

×

Mazmur 102:19-22

18 (102-19) Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

19 (102-20) sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,

20 (102-21) untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

21 (102-22) supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

×

Mazmur 92:9a

8 (92-9) Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!

×

Mazmur 92:10-14

9 (92-10) Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.

10 (92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru;

11 (92-12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

×

Mazmur 92:1-16

TUHAN, Hakim yang adil

1 Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat. (92-2) Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

2 (92-3) untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,

3 (92-4) dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.

4 (92-5) Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.

5 (92-6) Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.

6 (92-7) Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.

7 (92-8) Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.

8 (92-9) Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!

9 (92-10) Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.

10 (92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru;

11 (92-12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

14 (92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

15 (92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *