Allah, Hakim Yang Adil

“Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.” (Mazmur 7:10)



Pembahasan: Mazmur 7:1-18 | Ayat Bacaan: Mazmur 7-8

“No viral, no justice.” Ungkapan ini sering muncul di media sosial, yang menggambarkan kekecewaan masyarakat terhadap penegakan keadilan di Indonesia. Seakan-akan, jika sebuah kasus tidak menjadi viral, maka kasus itu bisa saja diabaikan atau diselesaikan tanpa keadilan yang layak. Akibatnya, para korban—terutama yang berasal dari kalangan bawah, sering merasa tidak mendapatkan keadilan.

Ketidakadilan bukanlah masalah baru. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, ketidakadilan antar sesama manusia menjadi bagian yang tak terelakkan dalam hidup. Manusia yang berdosa cenderung mementingkan diri sendiri, sehingga keadilan sering dikorbankan. Dalam Mazmur 7, Daud menuliskan ratapan kepada Tuhan karena merasakan ketidakadilan dari Kush, orang Benyamin. Tampaknya Daud telah difitnah oleh Kush, meski Alkitab tidak menjelaskan apa yang difitnahkan kepadanya. Daud merasa sangat terdesak. Ia menggambarkan dirinya seperti “singa yang menerkam dan mencabik-cabik” dirinya tanpa ada yang menolong (ay. 3).

Apa yang dilakukan Daud saat ia merasakan ketidakadilan? (1). Minta pertolongan kepada Tuhan. Daud tidak melawan ketidakadilan dengan kekuatannya sendiri. Ia percaya penuh: Tuhan adalah hakim yang adil, dan dapat dipercaya, dan akan bertindak menolong orang yang tulus hatinya (ay. 11-12). Karena itu, Daud datang kepada Tuhan dan memohon keadilan-Nya. (2). Dengan rendah hati mengoreksi diri. Meskipun Daud tahu dirinya difitnah, ia tidak merasa paling benar. Ia menyadari, sebagai manusia, ada kemungkinan ia berbuat salah tanpa disadari. Sehingga ia berkata kepada Tuhan: jika memang ia bersalah, maka ia siap menerima hukuman (ay. 4-6). Kita mungkin pernah, atau sedang, mengalami ketidakadilan. Apa yang kita lakukan? Wajar jika kita berusaha mengklarifikasi dan menyatakan kebenaran yang ada. Namun, apa kita sungguh-sungguh datang kepada Tuhan, meminta pertolongan-Nya? Akankah kita mengandalkan diri sendiri atau pertolongan yang lain? Maukah kita rendah hati, instropeksi, mungkin ada kesalahan yang tanpa kita sadari menyebabkan terjadinya masalah?

STUDI PRIBADI: Apa yang Anda rasakan ketika mengalami ketidakadilan? Bagaimana cara yang benar dalam menghadapi ketidakadilan?

Pokok Doa: Berdoa agar setiap kita dapat mempercayakan tiap pergumulan kita kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan akan menolong dengan cara dan waktu Tuhan yang tepat.

×

Mazmur 7:1-18

Allah, Hakim yang adil

1 Nyanyian ratapan Daud, yang dinyanyikan untuk TUHAN karena Kush, orang Benyamin itu. (7-2) Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku,

2 (7-3) supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.

3 (7-4) Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku,

4 (7-5) jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya,

5 (7-6) maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela

6 (7-7) Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman!

7 (7-8) Biarlah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau, dan bertakhtalah di atas mereka di tempat yang tinggi.

8 (7-9) TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.

9 (7-10) Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.

10 (7-11) Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;

11 (7-12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.

12 (7-13) Sungguh, kembali ia mengasah pedangnya, melentur busurnya dan membidik.

13 (7-14) Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala.

14 (7-15) Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta.

15 (7-16) Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.

16 (7-17) Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.

17 (7-18) Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi.

×

Mazmur 7:3

8 (4-9) Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.

×

Mazmur 7:11-12

10 (7-11) Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;

11 (7-12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.

×

Mazmur 7:4-6

3 (7-4) Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku,

4 (7-5) jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya,

5 (7-6) maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela

×

Mazmur 2:4

4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.

×

Matius 28:18

18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

×

Wahyu 19:15-16

15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

×

Matius 2:16

16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

×

Yohanes 3:16

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

×

Yohanes 10:10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *