Kemuliaan Dan Kesengsaraan

“Aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperi jubah dan serban; aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh.” (Ayub 29:14-15)



Pembahasan: Ayub 29:1-25 | Ayat Bacaan: Ayub 28-29

Banyak orang percaya dengan prinsip ini: “apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai.” Artinya, jika berbuat baik, maka hidup akan diberkati. Sebaliknya, jika hidup sembarangan, pasti akan menuai kesengsaraan. Inilah cara manusia memahami keadilan — masuk akal dan sering kali benar. Tapi, apakah prinsip ini selalu pasti dan mutlak? Jika kita melihat perspektif Alkitab, jawabannya adalah: tidak selalu demikian. Ada saat di mana orang benar justru menderita, sementara orang fasik tampak menikmati hidup. Dan Ayub adalah contoh nyata dari ketegangan itu.

Perikop hari ini menunjukkan bagaimana Ayub mengenang masa kejayaannya di tengah penderitaan yang ia alami. Di ayat 1-6, Ayub mengingat masa ketika hidupnya terasa begitu indah–karena ia merasakan kedekatan yang dalam dengan Allah. Saat itu, ia yakin bahwa Tuhan melindunginya, menerangi jalannya, bersahabat dengannya, dan memberkati hidupnya dengan limpah. Lalu di ayat 7–17, Ayub mengenang masa ketika ia dihormati sebagai pemimpin yang bijaksana dan dihargai oleh semua orang, baik muda maupun tua. Ia dikenal karena hidupnya adil, peduli pada orang miskin, membela yang lemah, dan penuh belas kasih. Ia bukan hanya kaya harta, tetapi juga kaya hati — hidupnya mencerminkan karakter yang takut akan Tuhan. Secara manusia, kehidupan seperti Ayub seharusnya membawa berkat yang terus-menerus. Ayub pun dulu berpikir begitu. Ia berharap hidupnya akan terus diberkati dengan umur panjang, kemakmuran, kesehatan, kehormatan, dan kebahagiaan (ayat 18-25). Tapi kenyataan berkata lain. Penderitaan bisa menimpa siapa saja—bahkan mereka yang hidup benar dan dekat dengan Tuhan.

Pengalaman Ayub menunjukkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan, dan hukum tabur-tuai tidak selalu berlaku mutlak. Kita diingatkan bahwa berbuat baik seharusnya tidak didasarkan pada harapan akan berkat, dan penderitaan pun seharusnya tidak menghentikan langkah iman kita. Kesalehan yang sejati lahir dari kasih, ketulusan, dan kesetiaan kepada Tuhan, apa pun hasil akhirnya, baik kemuliaan atau kesengsaraan.

STUDI PRIBADI: Sejauh mana hukum tabur-tuai mempengaruhi hidup Anda? Apa motivasi Anda ketika berbuat baik?

Pokok Doa: Berdoa agar anak-anak Tuhan tidak mengalami kekecewaan serta setia hidup dalam kebenaran, kebajikan dan takut akan Tuhan, terlepas dari apa pun yang dialami.

×

Ayub 29:1-6

1 Maka Ayub melanjutkan uraiannya:

2 "Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku,

3 ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap;

4 seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;

5 ketika Yang Mahakuasa masih beserta aku, dan anak-anakku ada di sekelilingku;

6 ketika langkah-langkahku bermandikan dadih, dan gunung batu mengalirkan sungai minyak di dekatku.

×

Ayub 29:7-17

7 Apabila aku keluar ke pintu gerbang kota, dan menyediakan tempat dudukku di tengah-tengah lapangan,

8 maka ketika aku kelihatan, mundurlah orang-orang muda dan bangkitlah orang-orang yang sudah lanjut umurnya, lalu tinggal berdiri;

9 para pembesar berhenti bicara, dan menutup mulut mereka dengan tangan;

10 suara para pemuka membisu, dan lidah mereka melekat pada langit-langitnya;

11 apabila telinga mendengar tentang aku, maka aku disebut berbahagia; dan apabila mata melihat, maka aku dipuji.

12 Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya;

13 aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria;

14 aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban;

15 aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh;

16 aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki.

17 Geraham orang curang kuremuk, dan merebut mangsanya dari giginya.

×

Ayub 29:18-25

18 Pikirku: Bersama-sama dengan sarangku aku akan binasa, dan memperbanyak hari-hariku seperti burung feniks.

19 Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku.

20 Kemuliaanku selalu baru padaku, dan busurku kuat kembali di tanganku.

21 Kepadakulah orang mendengar sambil menanti, dengan diam mereka mendengarkan nasihatku.

22 Sehabis bicaraku tiada seorangpun angkat bicara lagi, dan perkataanku menetes ke atas mereka.

23 Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim.

24 Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.

25 Aku menentukan jalan mereka dan duduk sebagai pemimpin; aku bersemayam seperti raja di tengah-tengah rakyat, seperti seorang yang menghibur mereka yang berkabung."

×

Ayub 27:7-23

7 Biarlah musuhku mengalami seperti orang fasik, dan orang yang melawan aku seperti orang yang curang.

8 Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya?

9 Apakah Allah akan mendengar teriaknya, jika kesesakan menimpa dia?

10 Dapatkah ia bersenang-senang karena Yang Mahakuasa dan berseru kepada Allah setiap waktu?

11 Aku akan mengajari kamu tentang tangan Allah, apa yang dimaksudkan oleh Yang Mahakuasa tidak akan kusembunyikan.

12 Sesungguhnya, kamu sekalian telah melihatnya sendiri; mengapa kamu berpikir yang tidak-tidak?

13 Inilah bagian orang fasik yang ditentukan Allah, dan milik pusaka orang-orang lalim yang mereka terima dari Yang Mahakuasa:

14 kalau anak-anaknya bertambah banyak mereka menjadi makanan pedang, dan anak cucunya tidak mendapat cukup makan;

15 siapa yang luput dari padanya, akan turun ke kubur karena wabah, dengan tidak ditangisi oleh janda mereka.

16 Jikalau ia menimbun uang seperti debu banyaknya, dan menumpuk pakaian seperti tanah liat,

17 sekalipun ia yang menumpuknya, namun orang benar yang akan memakainya, dan orang yang tidak bersalah yang akan membagi-bagi uang itu.

18 Ia mendirikan rumahnya seperti sarang laba-laba, seperti gubuk yang dibuat penjaga.

19 Sebagai orang kaya ia membaringkan diri, tetapi tidak dapat ia mengulanginya: ketika ia membuka matanya, maka tidak ada lagi semuanya itu.

20 Kedahsyatan mengejar dia seperti air bah, pada malam hari ia diterbangkan badai;

21 angin timur mengangkatnya, lalu lenyaplah ia; ia dilemparkannya dari tempatnya.

22 Dengan tak kenal belas kasihan Allah melempari dia, dengan cepat ia harus melepaskan diri dari kuasa-Nya.

23 Oleh karena dia orang bertepuk tangan, dan bersuit-suit karena dia dari tempat kediamannya."

×

Ayub 27:8

8 Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya?

×

Ayub 24:23b-24

23b dan mengawasi jalan-jalannya.

24 Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

×

Ayub 24:23a

23a Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya

×

Ayub 24:23b-24

23b dan mengawasi jalan-jalannya.

24 Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *