Hikmat Manusia Vs. Hikmat Allah

“Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik kaupilih. Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri bersaksi menentang engkau.” (Ayub 15:5-6)



Pembahasan: Ayub 15:1-35 | Ayat Bacaan: Ayub 15-16

Pernahkah bertemu dengan seseorang yang “sok tahu”? Misal, ada seorang teman yang, ketika kita sakit langsung memberi “diagnosa” seenaknya: “Oh, itu pasti karena kamu kurang olahraga. Pola makan yang jelek.” Padahal ia bukan dokter, tidak tahu kondisi sebenarnya, dan hanya memberikan penilaian berdasarkan pengalaman pribadi atau lebih parahnya, hanya berdasarkan apa kata internet. Perkataan yang sok tahu seperti itu tidak menolong, malah membuat kita jengkel. Inilah gambaran sederhana sikap Elifas terhadap Ayub: merasa paling tahu penyebab penderitaan, padahal tidak memahami kebenaran yang sesungguhnya.

Ayub 15 memperlihatkan bagaimana Elifas menuduh Ayub berdasar logika manusia: orang benar pasti diberkati, dan orang fasik pasti binasa. Ia menganggap penderitaan Ayub sebagai bukti bahwa Ayub sedang menyembunyikan dosa. Bahkan, lebih keras dari sebelumnya (Ayub 45), Elifas menuduh Ayub “sok saleh.” Secara tidak langsung, Elifas berkata: “Sudah, jangan berbicara. Kau hanya menggali lubang yang lebih dalam untuk dirimu sendiri. Apa yang membuatmu merasa lebih baik daripada orang lain? Karena orang jahat telah diburu, dan kau seharusnya melihat bahwa kau, Ayub, punya banyak kesamaan dengan mereka.” Elifas merasa dirinya tahu kebenaran. Padahal, kebenaran Allah jauh lebih melampaui penilaian manusia. Allah berdaulat atas penderitaan, dan rencana-Nya melampaui pemahaman kita. Penderitaan Ayub bukanlah hukuman atas dosa pribadinya, melainkan bagian dari rencana Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Dari kisah ini, kita belajar bahwa pemahaman manusia bisa keliru. Namun, kebenaran Allah tidak pernah salah.

1 Korintus 3:19a berkata, “Sebab, hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.” Manusia sering mengandalkan kemampuan berpikirnya untuk menilai segala sesuatu, tapi bukan itu yang Allah kehendaki. Allah mau kita untuk merendahkan diri di bawah hikmat-Nya dan tidak bersikap “sok tahu,” apalagi ketika menilai penderitaan orang lain. Kita dipanggil bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menghadirkan kasih, doa, dan penghiburan.

STUDI PRIBADI: Jika kita dalam posisi sebagai orang yang menderita, mampukah kita tetap percaya bahwa Allah, dalam hikmat-Nya, sedang merancangkan kebaikan bagi kita?

Pokok Doa: Berdoalah bagi anak-anak yang menjadi korban peperangan Palestina dan Israel, agar mereka mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan menerima pengharapan dan penghiburan yang sejati.

×

Ayub 15

Pendapat Elifas bahwa orang fasik akan binasa

1 Maka Elifas, orang Teman, menjawab:

2 "Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin?

3 Apakah ia menegur dengan percakapan yang tidak berguna, dan dengan perkataan yang tidak berfaedah?

4 Lagipula engkau melenyapkan rasa takut dan mengurangi rasa hormat kepada Allah.

5 Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik yang kaupilih.

6 Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau.

7 Apakah engkau dilahirkan sebagai manusia yang pertama, atau dijadikan lebih dahulu dari pada bukit-bukit?

8 Apakah engkau turut mendengarkan di dalam musyawarah Allah dan meraih hikmat bagi dirimu?

9 Apakah yang kauketahui, yang tidak kami ketahui? Apakah yang kaumengerti, yang tidak terang bagi kami?

10 Di antara kami juga ada orang yang beruban dan yang lanjut umurnya, yang lebih tua umurnya dari pada ayahmu.

11 Kurangkah artinya bagimu penghiburan Allah, dan perkataan yang dengan lemah lembut ditujukan kepadamu?

12 Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu dan mengapa matamu menyala-nyala,

13 sehingga engkau memalingkan hatimu menentang Allah, dan mulutmu mengeluarkan perkataan serupa itu?

14 Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?

15 Sesungguhnya, para suci-Nya tidak dipercayai-Nya, seluruh langitpun tidak bersih pada pandangan-Nya;

16 lebih-lebih lagi orang yang keji dan bejat, yang menghirup kecurangan seperti air.

17 Aku hendak menerangkan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku, dan apa yang telah kulihat, hendak kuceritakan,

18 yakni apa yang diberitakan oleh orang yang mempunyai hikmat, yang nenek moyang mereka tidak sembunyikan,

19 ketika hanya kepada mereka negeri itu diberikan, dan tidak ada seorang asingpun masuk ke tengah-tengah mereka.

20 Orang fasik menggeletar sepanjang hidupnya, demikian juga orang lalim selama tahun-tahun yang disediakan baginya.

21 Bunyi yang dahsyat sampai ke telinganya, pada masa damai ia didatangi perusak.

22 Ia tidak percaya, bahwa ia akan kembali dari kegelapan: ia sudah ditentukan untuk dimakan pedang.

23 Ia mengembara untuk mencari makan, entah ke mana. Ia tahu, bahwa hari kegelapan siap menantikan dia.

24 Ia ditakutkan oleh kesesakan dan kesempitan, yang menggagahinya laksana raja yang siap menyergap.

25 Karena ia telah mengedangkan tangannya melawan Allah dan berani menantang Yang Mahakuasa;

26 dengan bertegang leher ia berlari-lari menghadapi Dia, dengan perisainya yang berlapis tebal.

27 Mukanya telah ditutupinya dengan lemak, dan lapisan lemak dikenakannya pada pinggangnya;

28 ia menetap di kota-kota yang telah hancur, di rumah-rumah yang tidak dapat didiami orang, yang ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan.

29 Ia takkan menjadi kaya dan hartanya tidak kekal, serta miliknyapun tidak bertambah-tambah di bumi.

30 Ia tidak akan luput dari kegelapan, tunasnya akan dilayukan oleh nyala api, dan ia akan dilenyapkan oleh nafas mulut-Nya.

31 Janganlah ia percaya kepada kesia-siaan, akan tertipulah ia, karena kesia-siaan akan menjadi ganjarannya.

32 Sebelum genap masanya, ajalnya akan sampai; dan rantingnyapun tidak akan menghijau.

33 Ia seperti pohon anggur yang gugur buahnya dan seperti pohon zaitun yang jatuh bunganya.

34 Karena kawanan orang-orang fasik tidak berhasil, dan api memakan habis kemah-kemah orang yang makan suap.

35 Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka."

×

Ayub 4

Elifas menegur Ayub

1 Maka berbicaralah Elifas, orang Teman:

2 "Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?

3 Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang, dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan;

4 orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan;

5 tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut.

6 Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?

7 Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?

8 Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.

9 Mereka binasa oleh nafas Allah, dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya.

10 Singa mengaum, singa meraung--patahlah gigi singa-singa muda.

11 Singa binasa karena kekurangan mangsa, dan anak-anak singa betina bercerai-berai.

12 Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya,

13 waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang.

14 Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar.

15 Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku.

16 Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar:

17 Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?

18 Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun didapati-Nya tersesat,

19 lebih-lebih lagi mereka yang diam dalam pondok tanah liat, yang dasarnya dalam debu, yang mati terpijat seperti gegat.

20 Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan, dan tanpa dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya.

21 Bukankah kemah mereka dicabut? Mereka mati, tetapi tanpa hikmat.

×

Ayub 5

1 Berserulah--adakah orang yang menjawab engkau? Dan kepada siapa di antara orang-orang yang kudus engkau akan berpaling?

2 Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

3 Aku sendiri pernah melihat orang bodoh berakar, tetapi serta-merta kukutuki tempat kediamannya.

4 Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.

5 Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang lapar, bahkan dirampas dari tengah-tengah duri, dan orang-orang yang dahaga mengingini kekayaannya.

6 Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;

7 melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.

8 Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.

9 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

10 Ia memberi hujan ke atas muka bumi dan menjatuhkan air ke atas ladang;

11 Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat;

12 Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil;

13 Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.

14 Pada siang hari mereka tertimpa gelap, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam.

15 Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka, dan dari tangan orang yang kuat.

16 Demikianlah ada harapan bagi orang kecil, dan kecurangan tutup mulut.

17 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.

18 Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

19 Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.

20 Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang.

21 Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang.

22 Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti.

23 Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau.

24 Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa.

25 Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah.

26 Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya.

27 Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!"

×

1 Korintus 3:19a

19a Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.

×

1 Korintus 3:19a

19a Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.

×

Ayub 9:32-35

32 Karena Dia bukan manusia seperti aku, sehingga aku dapat menjawab-Nya: Mari bersama-sama menghadap pengadilan.

33 Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua!

34 Biarlah Ia menyingkirkan pentung-Nya dari padaku, jangan aku ditimpa kegentaran terhadap Dia,

35 maka aku akan berbicara tanpa rasa takut terhadap Dia, karena aku tidak menyadari kesalahanku."

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *