Panggung Bagi Ester

“Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.” (Ester 2:17)



Pembahasan: Ester 2:1-18 | Ayat Bacaan: Ester 2-3

Raja Ahasyweros mencari seorang ratu baru di seluruh kerajaannya. Mordekhai, seorang Yahudi, mempunyai saudara sepupu, seorang perempuan muda cantik, bernama Ester. Mordekhai membesarkan Ester seperti anaknya sendiri. Ketika Raja melihat Ester, ia langsung jatuh cinta padanya. Ia mengangkat Ester sebagai ratu, tetapi tidak mengetahui bahwa Ester adalah seorang Yahudi.

Kenyataan bahwa Ester akhirnya disukai dan dipilih raja nampaknya tidak mengagetkan. Penulis kitab Ester telah mengantisipasi hal ini dengan menjelaskan bahwa Ester adalah seorang perempuan muda yang disukai banyak orang. Setiap orang yang menjumpainya menaruh kasih baginya: mulai dari Hegai, kepala rumah tangga istana, hingga sang raja sendiri yang sedang mencari pengganti ratu. Ester adalah pribadi yang tunduk kepada otoritas. Ia mengikuti nasihat Mordekhai dan saran Hegai. Dalam hal itulah, Ester berbeda dari Wasti. Pada akhirnya, Raja memilih Ester menjadi ratu di kerajaan Persia dan mengadakan perjamuan atas penobatan itu.

Meski demikian, kita perlu sadar bahwa Ester berhasil bukan karena bakat alamiah atau ketundukan kepada otoritas semata, melainkan karena Allah bekerja melalui berbagai peristiwa di dalam hidup Ester. Penyertaan Allah berdampak atas Mordekhai, Hegai, Raja Ahasyweros, dan Ester.

Dinamika antara rencana Allah dan ketaatan umat-Nya ini mengarah pada satu tujuan yang jelas: penyelamatan umat Allah dari cengkeraman musuh-musuhnya. Kelak, kita akan melihat bahwa jabatan ratu yang disandang Ester ternyata berkaitan erat dengan tanggung jawab besar yang harus ia emban di kemudian hari.

Coba kita renungkan setiap peristiwa yang kita alami hingga kita ada di tempat kita saat ini. Mampukah kita melihat pimpinan Allah, langkah demi langkah? Pahamilah, di mana pun Allah menempatkan kita, sesungguhnya Dia sedang mempercayakan peranan yang berdampak bagi kehidupan orang lain. Karena itu, penting bagi kita untuk menggumuli hal ini, agar kita tahu bagaimana seharusnya berkiprah sesuai rancangan Tuhan.

STUDI PRIBADI: Adakah satu pengalaman khusus dalam hidup yang semakin meyakinkan bahwa “Allah bekerja di dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan”?

Pokok Doa: Doakan agar anak-anak Tuhan senantiasa bergantung kepada Tuhan, menyadari bahwa rencana dan tuntunan-Nya itu indah.

×

Ester 1:4

4 Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.

×

Ester 1:6-8

6 Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam.

7 Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.

8 Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.

×

Ester 1:3

3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

×

Ester 1:5

5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan.

×

Ester 1:9

9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

×

Ester 1:10-11

10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,

11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *