Kiamat Si Ratu Jahat

“Mereka kembali memberitahukannya kepada Yehu, lalu ia berkata: Memang begitulah firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, Elia, orang Tisbe itu: Di kebun di luar Yizreel akan dimakan anjing daging Izebel…” (2 Raja-raja 9:36)



Pembahasan: 2 Raja-raja 9:30-37 | Ayat Bacaan: 2 Raja-raja 8-9

Sejarah kerap mencatat kejatuhan dramatis para penguasa zalim yang tadinya merasa tak tersentuh hukum. Kita menyaksikannya ketika seorang diktator yang bertahun-tahun berkuasa dengan tangan besi akhirnya digulingkan, atau ketika koruptor kelas kakap yang semula jumawa bergaya tiba-tiba harus menjalani hukuman penjara. Atau bahkan dalam kehidupan sesehari, ada seseorang yang kita kenal hidupnya bergelimang harta, tetapi pada akhirnya kena batunya – tersandung kasus hukum dan dipermalukan. Penulis melihat sebuah ironi yang paralel dengan nasib para penguasa zalim masa kini dengan bacaan hari ini. Pola semacam ini bukan suatu kebetulan, melainkan penggenapan prinsip Ilahi yang telah Allah tetapkan sejak zaman Izebel, ratu Israel yang kejam itu.

Hari ini, kita diingatkan tentang karakter Allah yang konsisten. Izebel tahu Yehu datang—orang yang diurapi untuk melaksanakan penghukuman ilahi. Namun apa yang Izebel lakukan? Ia malah berdandan, menghias wajah, dan duduk di jendela. Sebuah gambaran tragis tentang seseorang yang mencoba menyembunyikan kehancuran batin dengan kilau penampilan luar. Ironisnya, justru dari jendela itu ia dilempar, tubuhnya diinjak, dan akhirnya dimakan anjing—tepat seperti nubuat Elia bertahun-tahun sebelumnya (1Raj.21:23). Terpampang kisah ironi ilahi dalam cara Izebel—yang begitu memerhatikan penampilan luar, justru berakhir dengan hina tanpa penghormatan penguburan, yang adalah suatu aib besar dalam budaya lokal saat itu. Lebih jauh lagi, Allah malah menggunakan Yehu, seorang yang bukan berasal dari kalangan nabi ataupun raja, untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang hidup dan berdaulat sepenuhnya di dunia ini.

Dalam renungan hari ini, kita tidak sekadar diajak untuk melihat ironi akhir hidup Izebel yang hidup tiga ribu tahun lalu. Kita diajak untuk melihat kehidupan rohani kita sendiri. Berapa kali kita menganggap enteng dosa-dosa “kecil” yang kita pelihara, dan lupa bahwa “sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan?” (Gal. 5:9). Kisah tragis Izebel mengingatkan: penghakiman Tuhan itu nyata, tetapi anugerah-Nya bagi yang bertobat pun terbuka lebar, selama kita masih diberikan anugerah untuk mendengar suara-Nya, bertobatlah dan jangan mengeraskan hati di hadapan Tuhan.

STUDI PRIBADI: Apa kita sedang menyembunyikan dosa di balik pencitraan atau kuasa? Percayakah, Tuhan membela kebenaran dan menghukum kejahatan pada waktu-Nya?

Pokok Doa: Berdoa agar tiap orang percaya hidup dalam pertobatan sejati, tidak menutup-nutupi dosa, percaya Tuhan adalah Hakim yang adil. Tuhan memberi keberanian bagi kita berdiri di pihak kebenaran, pun tidak populer.

×

1 Raja-raja 21:23

23 Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.

×

Galatia 5:9

9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

×

1 Raja-raja 17:4

4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana."

×

1 Raja-raja 17:5

5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.

×

Matius 6:25-34

Hal kekuatiran

25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

×

Roma 5:8

8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

×

Roma 5:8

8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

×

Kisah Para Rasul 1:8

8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *